Monday, August 25, 2014

Makalah Seni Budaya "Seni Lukis", (Pengertian Seni lukis & Alat-bahan untuk melukis)



BAB 1
PENDAHULUAN
Seni lukis adalah salah satu cabang dari seni rupa. Seni adalah karya seseorang yang menggambarkan tentang pengungkapan ekspresi. Sedangkan Rupa adalah bentuk-bentuk yang memiliki kedalaman isi atau volume. Seni rupa adalah cara mengekspresikan atau mengeluarkan gagasan, ide, pikiran, khayalan, dan gambaran yang ada dipikiran kita dengan media titik, garis, bidang, bentuk, tekstur, gelap-terang, yang ditata dengan prinsip untuk menghasilkan karya yang indah dan bermakna.
Dari segi fungsinya, seni rupa dibedakan antara seni rupa murni dan seni rupa terapan, proses penciptaan seni rupa murni lebih menitik-beratkan pada ekspresi jiwa semata misalnya lukisan, sedangkan seni rupa terapan proses pembuatannya memiliki tujuan dan fungsi tertentu misalnya seni kriya (keterampilan tangan).
Dari segi wujud dan bentuknya, seni rupa terbagi menjadi dua, yaitu seni rupa  dua dimensi yang hanya memiliki panjang dan lebar saja. Seni rupa tiga dimensi yang memiliki panjang lebar serta ruang.
Di dalam sejarah Indonesia, seni lukis memegang peran penting, karena setiap lukisan mempunyai makna dan maksud tertentu (baik dalam masa prasejarah hindu, islam, dll)
Dulu orang-orang melukis didinding gua, alat-alat bahan yang digunakan juga sederhana seperti: tangan, batu mineral bewarna, kunyahan daun-daunan, dll. Contoh lukisan yang dibuat di gua seperti, di Gua Leang, Pattakere di Maros, Provinsi Sulawesi Selatan, lukisan tentang perburuan.

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Seni Lukis
Beberapa pengertian kata seni: pengertian kata seni bisa diambil dari bahasa inggris art, yang berakar pada kata latin ars, yang memiliki arti: “Keterampilan yang diperoleh melalui pengalaman, pengamatan atau proses belajar.” Dari kata ini, kemudian berkembang pengertian Webster yaitu, “Penggunaan keterampilan dan imajinasi secara kreatif dalam menghasilkan benda-benda estetis. (Webster’s Collegiate Dictionary 1973, Hlm.63)
Pengertian lain diambil dari bahasa belanda ‘kunst’ yang mempunyai arti: “Suatu kesatuan secara structural dari elemen-elemen estetis, kualitas-kualitas teknis dan ekspresi simbolis yang mempunyai arti tersendiri dan tidak membutuhkan lagi pengesahan oleh unsur-unsur ular untuk pernyataan dirinya.” (Winkler Prins, Hlm.427
Definisi seni kamus bahasa indonsia: “Kecakapan membuat atau menciptakan sesuatu yang elok-elok atau indah.”
Seni lukis adalah  salah satu cabang dari seni rupa, yang mengapresiasikan pengalaman artistik seorang seniman melalui bidang dua dimensi, sekaligus sebuah pengembangan yang lebih utuh dari menggambar. Seni lukis mengolah unsur titik, garis, bidang, tekstur, warna, gelap terang melalui pertimbangan yang estetik.
Melukis adalah kegiatan membubuhkan cat (kental maupun cair) diatas bidang datar. 
Lukisan adalah suatu bentuk ungkapan batin seseorang dari hasil suatu pengolahan ide berbakat pengalaman indrawi maupun pengalaman jiwa melalui susunan unsur-unsur estetis dengan ukuran dwi marta (dua dimensi). Ungkapan atau pernyataan batin yang juga disebut ekspresi dalam suatu karya seni, haruslah memiliki nilai kebebasan dan mengandung unsur keindahan. Tampilnya keindahan tidak selalu dalam pewujudan fisik dan visual semata-mata, tetapi dapat pula secara moral (perasaan) atau secara kedua-duanya.  (M. Affandi, Ekspresi Simbolik, Religius dan Estetika dalam Karya Lukis Kaligrafi,  (Yogyakarta: FPBS-IKIP, 1994), hlm. 134. (http://pengertianpengertian.blogspot.com/2011/12/pengertian-lukisan.html)
2.1 Alat dan Bahan
Alat-alat yang diperlukan dalam melukis terdiri dari:
1.      Kuas
Kuas untuk melukis ukurannya bermacam-macam. Biasanya ada nomor urutannya, disarankan untuk mencari kuas yang berkualitas baik.  Di ujung sikat kuasnya, bewarna cream.
600px-Brushtypes.jpg
2.      Palet
Tempat untuk menampung, dan mecampurkan warna cat minyak. Pelukis biasanya memilih palet yang permukaannya licin, karena tidak akan menyerap minyak.
palet_low.jpg
3.      Kanvas
Kanvas adalah salah satu media lukis dengan menggunakan cat minyak, terdapat berbagai ukuran dan ada juga yang berupa kanvas yang masih berupa gulungan, biasanya kanvas gulungan harganya lebih murah.
714701_mail.jpg
4.      Tinner
Tinner digunakan untuk membersihkan kuas yang sudah bercampur dengan warna sehingga menjadi lebih bersih kembali dan mudah bila ingin menggunakan kuas kembali.
eniK7MxTFCQquA2Bk7VZ_paint_thinner.jpg
5.      Standing/Easel
Alat ini digunakan agar kanvas tegak dan tidak bergerak kemana-mana (tidak goyang)
eisel2.jpg
6.      Pisau Palet
Pisau palet digunakan untuk meratakan cat minyak dan membuat efek pada lukisan.
metal_pallet.jpg
Dalam melukis, bahan melukis dibagi menjadi dua:
1.      Cat/Tinta
Sebenarnya, bahan melukis tidak hanya sebatas pada cat atau tinta, karena pada dasarnya semua bahan (baik yang alami ataupun buatan) yang sifatnya cair atau berbentuk pasta dapat digunakan untuk melukis. Contohnya: tanah liat, getah pohon, dll.
Namun seiring perkembangan zaman, terdapat juga bahan-bahan yang secara khusus dibuat untuk melukis. Contohnya: Cat minyak, cat air, cat akrilik, cat poster, cat tembok, cat besi/kayu, tinta bak atau tinta cina,  cat tekstil, pastel/oil pastel/crayon, dll.
·         Cat Minyak
Cat minyak terdiri atas partikel-partikel pigmen warna yang diikat (direkat) dengan media minyak.
Kelebihan cat minyak:
v  Pigmen warna cat minyak lebih cemerlang
v  Gradasi warna yang bisa dicapai oleh cat minyak pada skala gradasi paling besar.
v  Ketahanan terdapat waktu lebih awet.

Kekurangan cat minyak:
v  Membutuhkan waktu yang lama untuk kering.
v  Baunya tajam dan menyengat
v  Harga cat minyak lebih mahal dari cat-cat yang lain.
v  Pada warna putih akan berubah menjadi kekuningan. Jika kena udara lembab dan akan kembali menjadi warna.

·         Cat Air
Cat air/ aquarel adalah medium lukisan yang menggunakan pigmen dengan pelarut air dengan sifat transparan. Bidang lukisan yang digunakan dalam menggunakan cat air dapat berupa kertas, papyrus, plastik, kulit, kain, kanvas, dll.
Kelebihan cat air:
v  Tidak berbau, mudah dibersihkan dan cepat kering.
catair2.jpgcat-air-padat-merk-lyra.jpg

·         Cat Poster
Cat poster juga berbahan dasar air, namun cat ini lebih pekat. Cat poster ada yang bias dicampur air dan ada juga yang tidak perlu dicampur air. Cat ini untuk digunakan melukis di atas kertas. Cat poster yang beredar di pasaran biasanya dalam bentuk botol kecil. Perbedaannya dengan cat air adalah memiliki sifat opaque, dan penggunaanya tidak encer.
cimg1819copy.jpg
·         Cat Akrilik
Cat ini ada yang berupa serbuk dan pasta. Cat akrilik ini terbuat dari campuran bahan sintetis seperti resin dan polivinyl acetate yang cepat kering. Bahan ini umumnya bersifat lembut dan kaku, meskipun dicairkan dengan air/gel. Apabila telah kering, cat ini sangat tahan air. Cat ini mudah menutup dan cepat kering. Media lukis untuk bahan ini adalah dinding (tembok batu), kayu, kain, stryfoam, kanvas, ataupun kertas gambar
Kelebihan cat akrilik:
v  Bau tidak terlalu menyengat
v  Cepat kering
DR Acrylic colour header.jpg
·         Tinta Bak/Tinta Cina/Tinta India
Tinta ini umumnya digunakan dalam membuat tulisan kaligrafi ataupun melukis. Tinta bak ada yang berupa batangan ataupun cair. Tinta bak yang berupa batangan harus diencerkan dengan air,  yang berbentuk cair juga bisa pula ditambahkan air apabila sangat kental.
catair2.jpgH3338-D.jpg
·         Cat Tekstil
Cat Tekstil berbahan dasar air. Cat jenis ini khusus untuk melukis di atas kain. Cat ini cocok untuk kegiatan melukis t-shirt, sepatu kanvas atau tas kain. Setelah cat mengering bidang lukisan harus disetrika.
imagesl.jpg







BAB 3
PENUTUP
Kesimpulan
Seni lukis merupakan seni rupa yang mengapresiasikan pengalaman artistik seorang seniman melalui bidang dua dimensi, sekaligus sebuah pengembangan yang lebih utuh dari menggambar. Seni lukis mengolah unsur titik, garis, bidang, tekstur, warna, gelap terang melalui pertimbangan yang estetik.
Alat dan bahan utama yang diperlukan untuk melukis adalah kanvas/kain (medium untuk melukis), kuas, cat untuk melukis.




Wednesday, August 20, 2014

Makalah "Korea Selatan"




Bab 1
1.1. Pendahuluan
Korea Selatan adalah sebuah negara di Asia Timur yang meliputi bagian selatan Semenanjung Korea. Di sebelah utara, Republik Korea berbataskan Korea Utara, di mana keduanya bersatu sebagai sebuah negara hingga tahun 1948. Laut Kuning di sebelah barat, Jepang berada di seberang Laut Jepang yang sering disebut ‘Laut Timur’ oleh orang-orang Korea dan Selat Korea berada di bagian tenggara. Ibu Kota Korea Selatan adalah Seoul.
Negara Korea ini dikenal dengan nama Hanguk (한국; 韓國) oleh penduduk Korea Selatan dan disebut Namchosŏn (남조선; 南朝鮮;) ‘Chosŏn Selatan’ di Korea Utara.
Penemuan arkeologis menunjukkan bahwa Semenanjung Korea telah didiami sejak Masa Paleolitik Awal. Sejarah Korea dimulai dari pembentukan Gojoseon pada 2333 SM. oleh Dan-gun. Setelah unifikasi (penyempurnaan) Tiga Kerajaan Korea dibawah Silla pada 668 M, Korea menjadi satu dibawah Dinasti Goryeo dan Dinasti Joseon hingga akhir Kekaisaran Han Raya pada 1910 karena dianeksasi (direbut paksa) oleh Jepang. Setelah liberalisasi dan pendudukan oleh Uni Soviet dan Amerika Serikat pada akhir Perang Dunia II, Wilayah Korea akhirnya dibagi menjadi Korea Utara dan Korea Selatan.
Bab 2
2.1. Isi
A. Pembahasan
Pembagian Wilayah Korea Selatan
Kota Istimewa/Khusus
·         Kota Istimewa/Khusus Seoul (Seoul Teukbyeolsi; 서울특별시; --特別市)
Kota metropolitan
  • Kota Metropolitan Busan (Busan Gwangyeoksi; 부산광역시; 釜山廣域市)
  • Kota Metropolitan Daegu (Daegu Gwangyeoksi; 대구광역시; 大邱廣域市)
  • Kota Metropolitan Incheon (Incheon Gwangyeoksi; 인천광역시; 仁川廣域市)
  • Kota Metropolitan Gwangju (Gwangju Gwangyeoksi; 광주광역시; 光州廣域市)
  • Kota Metropolitan Daejeon (Daejeon Gwangyeoksi; 대전광역시; 大田廣域市)
  • Kota Metropolitan Ulsan (Ulsan Gwangyeoksi; 울산광역시; 蔚山廣域市)
Provinsi
  • Provinsi Gyeonggi (Gyeonggi-do; 경기도; 京畿道)
  • Provinsi Gangwon (Gangwon-do; 강원도; 江原道)
  • Provinsi Chungcheobuk Utara (Chungcheongbuk-do; 충청북도; 忠淸北道)
  • Provinsi Chungcheobuk Selatan (Chungcheongnam-do; 충청남도; 忠淸南道)
  • Provinsi Jeolla Utara (Jeollabuk-do; 전라 북도; 全羅北道)
  • Provinsi Jeolla Selatan (Jeollanam-do; 전라 남도; 全羅南道)
  • Provinsi Gyeongsang Utara (Gyeongsangbuk-do; 경상 북도; 尙北道)
  • Provinsi Gyeongsang Selatan (Gyeongsangnam-do; 경상 남도; 尙南道)
  • Provinsi Jeju (Jeju-do; 제주도; 濟州道)
Topografi Korea Selatan
Korea Selatan merupakan negara yang terletak di Asia Timur, tepatnya mencakup bagian selatan Semenanjung Korea pada koordinat 37 00 N, 127 30 E.
Negara yang berbatasan langsung dengan Korea Selatan adalah Negara Korea Utara dengan panjang perbatasan 238 km yang ditetapkan dengan DMZ (Garis Demarkasi Militer).

Wilayah Korea Selatan sebagian besar dikelilingi perairan dan memiliki panjang garis pantai 2.413 km.
Sebelah barat dibatasi oleh Laut Kuning
Sebelah selatan dengan Laut Cina Timur
Sebelah timur berbatasan dengan perairan Laut Jepang. Luas wilayah daratan keseluruhan adalah 99.678 km².
Terkait dengan kondisi geomorfologinya, Korea Selatan memiliki bentuk topografi yang relatif kasar dengan gunung, rangkaian pegunungan dan dataran yang sempit di bagian timur.
Gunung berapi tertinggi di Korea Selatan adalah Hallasan dengan ketinggian 1.950 m yang berada di Pulau Jeju. Terdapat 3 rangkaian pegunungan utama di Korea Selatan, yakni Taebaek, Sobaek dan Jiri.
Hanya 30 % daratan Korea Selatan yang merupakan dataran rendah, karena sebagian besar wilayahnya adalah dataran tinggi dan pegunungan. Dataran rendah sebagian besar terletak di pesisir barat dan di lembah-lembah sungai utama. Dataran rendah yang utama adalah dataran rendah Sungai Han yang mencakup Provinsi Seoul, dataran rendah Pyeongtaek di pesisir barat, Lembah Sungai Geum, Lembah Sungai Nakdong, dataran Yeongsan dan Honam di barat daya. Dataran rendah di pesisir timur lebih sempit.
Dari kondisi perairan darat atau kondisi air permukaan, dari luas total Korea Selatan yang berupa perairan yaitu sekitar 2,800 km². Perairan tersebut meliputi Sungai Nakdong yang merupakan sungai terpanjang, yakni 521 km. Kemudian disusul oleh Sungai Han yang mengalir melewati Seoul panjangnya adalah 514 km. Sungai utama lainnya adalah Sungai Geum, panjangnya 401 km, Sungai Imjin dan Bukhan yang berhulu dari Korea Utara, serta Sungai Seomjin. Sungai-sungai utama di Korea Selatan mengalir dari utara ke arah selatan atau dari timur ke barat.
Korea Selatan memiliki banyak pulau-pulau kecil di lepas pantai perairannya. Pulau terbesar adalah Jeju-do, yang terletak pada bagian selatan semenanjung dengan luas 1.845 km². Pulau utama lainnya adalah Ulleung di Laut Jepang dan Ganghwa di perairan sebelah barat. Walau sebagian besar pesisirnya memiliki garis yang rata, pantai selatan dan baratnya berteluk-teluk dan mempunyai dataran berlumpur yang luas.
Pulau yang terletak diwilayah paling timur Korea Selatan adalah Uileungdo dan Batu Liancourt. Sedangkan pulau yang terletak diwilayah paling selatan Korea Selatan adalah pulau Marado dan Batu Socotra.
Korea Selatan beriklim sedang karena negara ini berada dalam kawasan curah hujan Asia Timur.
Korea Selatan memiliki empat musim yang berbeda; musim semi, musim panas, musim gugur dan musim dingin. Perkiraan perubahan musim:
·         Musim semi berlangsung dari akhir Maret sampai awal Mei.
·         Musim panas berlangsung dari pertengahan Mei hingga awal September.
·         Musim gugur berlangsung dari pertengahan September sampai awal November.
·         Musim dingin berlangsung dari pertengahan November sampai pertengahan Maret.

Musim dingin rata-rata berlangsung tiga bulan dengan kondisi cuaca kering. Sementara musim panas singkat, namun sangat panas, basah dan lembap. Sedangkan pada musim semi dan musim gugur, cuaca tidak basah dan tidak juga kering. Pada musim semi hujan relatif lebih banyak turun.

Bencana alam pengaruh iklim di Korea Selatan
Setiap tahunnya terdapat 1–3 buah taifun yang bergerak ke semenanjung. Taifun biasanya menyerang pada akhir musim panas dan membawa curah hujan yang sangat tinggi. Taifun memicu banjir dan tanah longsor.
Bencana alam lainnya seperti, salju lebat, kerugian akibat cuaca dingin, badai pasir kuning dan sebagainya.
Sistem Pemerintahan dan Bentuk Negara
Korea Selatan menganut sistem pemerintahan presidensial campuran (semi presidensial). Sistem pemerintahan semi presidensial adalah, gabungan sistem presidensial dan parlementer.
Pada sistem pemerintahan semi presidensial, presiden sebagai kepala negara dan perdana menteri sebagai kepala pemerintahan.
Bentuk negara Korea Selatan berbentuk Republik. Korea Selatan membagi pemerintahannya menjadi tiga:
Ø  Eksekutif (dipegang oleh Presiden)
Ø  Legislatif (dipegang oleh Dewan Perwakilan)
Ø  Yudikatif (Hakim-hakim yang diangkat Presiden)
Perekonomian Korea Selatan
Kesuksesan ekonomi Korea Selatan dicapai pada akhir 1980-an, dengan istilah Keajaiban Sungai Han yang mana, sebuah istilah yang merujuk pada periode pertumbuhan ekonomi yang sangat cepat, industrialisasi, pencapaian teknologi, urbanisasi, pembangunan gedung-gedung tinggi, modernisasi, globalisasi yang terjadi di Korea Selatan dari puing-puing Perang Korea menjadi sebuah negara makmur.
Sampai dengan akhir tahun 1950-an, Korea Selatan merupakan salah satu negara yang dikategorikan sebagai negara yang memiliki tingkat kemiskinan tinggi dan tingkat ketergantungan yang sangat besar pada bantuan luar negeri.
Pemulihan setelah berakhirnya perang Korea belum sepenuhnya pulih sehingga tingkat tabungan domestik sangatlah kecil. Perekonomian negara bergantung pada sektor pertanian dengan nilai total ekspor US $ 41 juta dan pendapatan per kapita $ 82 saat itu. Pada tahun 1960-an ketika memasuki era pembangunan ekonominya, Korea Selatan memiliki struktur kelas sosial yang baik. Hal yang menjadi momentum terlepasnya Korea dari lingkaran kemiskinan serta tingkat pertumbuhan ekonomi yang sustainable adalah penerapan pembangunan ekonomi lima tahunan yang dimulai dari pemerintahan Presiden Park Chung Hee.
Peran negara dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di Korea adalah dengan mengarahkan dan menciptakan kondisi-kondisi yang memungkinkan untuk investasi modal, produksi, dan juga ekspor. Salah satunya adalah dengan membentuk Badan Perencanaan Ekonomi (EPB) pada bulan Juni 196. Program Repelita disusun dalam empat tahap dimulai pada tahun 1962. Tahap pertama dan kedua diarahkan untuk pembangunan industri. Tahap ketiga (1972-1976) untuk menciptakan keseimbangan antara pembangunan industri dan pertanian, dan tahap keempat (1977-1981) adalah pembangunan ekonomi yang mandiri dan pemerataan hasil pembangunan. EPB mengorganisir informasi-informasi terinci mengenai pasar internasional dan perubahan-perubahannya dari laporan-laporan yang diserahkan perusaahaan ekspor.
Teori Modernisasi merupakan teori yang mengkaji tentang dunia ketiga dengan masyarakat tradisionalnya menuju pada modernisasi yang mengacu pada negara Barat yang dianggap sebagai negara modern. Modernisasi dianggap sebagai proses sistematik, transformasi, dan immanent.
Menurut Kartiwa (2011), ia menyebutkan bahwa faktor sosio-kultur yang ada pada masyarakat Korea sangat mengapresiasi pendidikan, tidak hanya sebagai sebuah sarana untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik tetapi juga sebagai bentuk pengakuan sosial, yaitu sebuah simbol kehormatan seseorang. Langkah nyata pemerintah Korea Selatan adalah dengan mengeluarkan proyek BK 21, yaitu proyek ambisius Korea Selatan untuk menciptakan masyarakat modern yang berbasis ilmu pengetahuan.  Modernisasi di Korea selatan ini terjadi pada abad ke-20 yang ditandai dengan adanya industrialisasi ekonomi yang dipimpin oleh negara. Melalui proses yang dialaminya Korea selatan telah mengejutkan dunia internasional dengan keberhasilannya menjadi salah satu negara di dunia yang memiliki tingkat perekonomian paling dinamis pada tahun 1980-an dengan mengubah dirinya menjadi negara demokratis.
Salah satu kontribusi terpenting dari pertumbuhan ekonomi tinggi Korea Selatan adalah pengaruh positifnya terhadap modernisasi sikap, cara berpikir dari tingkah laku penduduknya.
ajaran Konfusius telah memberikan sumbangan positif bagi pertumbuhan ekonomi yang cepat dalam rangka proses modernisasi di Korea Selatan. Ajaran Konfusius yang dilihat sebagai faktor pertumbuhan ekonomi yang cepat di Korea Selatan adalah ajaran mengenai kepatuhan dan kesetiaan, pemahaman bahwa negara adalah agen moral yang aktif dalam pembangunan masyarakat, penghormatan atas status dan hierarki, penekanan pada pengembangan diri dan pendidikan, dan perhatian terhadap harmoni sosial
Pada perkembangan selanjutnya, Korea Selatan dapat mengubah ketergantungannya menjadi sebuah ketergantungan yang dinamis, Korea Selatan berusaha untuk bangkit dari keterpurukannya dan berhasil mejadi negara yang berkembang pesat dalam hal perekonomiannya. Jika dikaji melalui teori defendensi baru, Korea Selatan yang pada mulanya dikatakan sebagai negara miskin kini telah mampu mencapai pertumbuhan ekonomi dan kesentosaan politik yang lebih dari sekedar memadai. Ekonomi Korea Selatan dipimpin oleh konglomerat besar yang dikenal dengan sebutan chaebol. Beberapa chaebol yang terbesar antara lain: Samsung Electronics, POSCO, Hyundai Motor Company, KB Financial Group, Korea Electric Company, Samsung Life Insurance, Shinhan Financial Group, LG Electronics, Hyundai, LG Chem, , SK Groups, Ssangyong, Hanbo, Lotte, Daewoo.
Korea Selatan bergantung penuh terhadap ekspor untuk menyokong perekonomiannya. Hal ini terlihat dalam kebijakan perekonomiannya yaitu dengan diberlakukannya Kebijakan Export Oriented Industri (EIO) Mereka harus mempersiapkan diri dan berjuang untuk merebut pasar dunia. Pada masa Park pemerintah berperan aktif mengarahkan sektor swasta khususnya chaebol untuk mewujudkan agenda pembangunan yang disusun oleh pemerintah berupa pengembangan industri manufaktur seperti elektronik, otomobil, dan semikonduktor. Berbagai produk-produk yang paling diminati sekaligus ekspor terpenting adalah barang-barang elektronik, tekstil, kapal, produk otomotif, dan baja. Walaupun pasar impor telah diliberalisasi, pasar produk pertanian masih diproteksi karena lebarnya celah harga produk pertanian dalam negeri dengan pasar internasional. Korea Selatan merupakan  Negara eksportir terbesar ke-11 dunia.  Atau menduduki eksportir terbesar ke-3 Asia setelah China dan Jepang ,  Negara dengan 97% eskpor merupakan produk manufaktur berteknologi tinggi. Negara dengan cadangan devisa terbesar ke-4 dunia. Negara dengan pertumbuhan ekspor rata-rata 30% selama 3 dekade. Nilai ekspor naik dari 3% GDP tahun 1962 menjadi 37% GDP tahun 2000 (Nusantaranews-Informasi, Fakta dan Opini, 2009). Ketergantungan pada ekspor dan impor, dan hal itu menunjukan bahwa perdagangan luar negeri menempati porsi besar dari Produk Domestik Bruto. Khususnya, krisis keuangan global baru baru ini dan resesi ekonomi akibat itu meningkatkan ketergantungan perdagangan Korea pada luar negeri, maka rasio ketergantungan Korea pada ekspor-impor mencapai kisaran 80 persen.
Menurut Riedel (1992), ada dua faktor bagi keberhasilan pembangunan ekonomi dan industrialisasi di Korea Selatan, yaitu pertama faktor eksogen berupa sumber daya alam, sumber daya ekternal (bantuan luar negeri Amerika Serikat), dan sumber daya manusia, kedua faktor yang berkaitan dengan peran pemerintah dan kebijakan ekonomi yang dijalankan. Rahasia Keberhasilan dan kemajuan perekonomian Korea Selatan salah satunya terletak pada etos atau budaya kerja rakyatnya. Bangsa Korea Selatan berpandangan positif dan Selalu berpandangan jauh ke depan. Secara umum bangsa Korea Selatan memiliki ciri-ciri etos kerja seperti kerja keras, disiplin, hemat, gemar menabung dan mengutamakan pendidikan. Kemajuan yang dicapai oleh Korea selatan dicapai karena motivasi tinggi, kedisiplinan, kerja keras dan perjuangan yang dilakukan oleh semua rakyat baik dari kalangan pemerintah, pengusaha dan rakyat umumnya.
Selain itu, kunci sukses pembangunan ekonomi Korea Selatan terletak pada pilihan pilihan strategi kebijakan ekonomi. memberikan perhatian besar pada pendidikan, pembangunan sumber daya manusia, serta investasi agresif di kegiatan penelitian dan pengembangan. Sukses Korea Selatan juga ditopang oleh tumbuh suburnya jiwa kewiraswastaan, tenaga kerja yang sangat terlatih, pengelolaan utang luar negeri yang baik, pemerintahan yang relatif bersih, iklim perdagangan dunia yang liberal, makro-ekonomi yang solid, dan kondisi sosial-politik yang relatif bebas dari konflik. Keberhasilan Korea Selatan jelas didukung oleh budaya kerja keras dan etos kerja yang tinggi. Orang Korea Selatan dikenal sebagai pekerja keras, dengan jam kerja jauh lebih panjang dibandingkan negara-negara yang tergabung dalam Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) lain. Faktor lain adalah adanya kemitraan kuat antara pemerintah, swasta dan masyarakat, serta kemampuan masyarakat untuk beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan teknologi dan tantangan baru (Nusantaranews-Informasi, Fakta dan Opini, 2009).

Pada tahun 2005, Korea Selatan telah berubah menjadi negara industri yang utama. Di samping merupakan pemimpin dalam akses internet kecepatan tinggi, semikonduktor memori, monitor layar datar, telepon genggam, Korea Selatan juga menduduki peringkat pertama dalam pembuatan kapal, ketiga dalam produksi ban, keempat dalam serat sintetis, kelima dalam otomotif, dan keenam dalam industri baja. Negara ini juga berada pada peringkat ke-12 dalam PDB nominal, tingkat pengangguran rendah, dan pendistribusian pendapatan yang relatif merata. Perkembangan ini terutama ditentukan lewat integrasi negara ini kepada perekonomian dunia yang modern dan berteknologi tinggi. Saat ini pendapatan perkapita Korea Selatan telah setara dengan pendapatan negara-negara Uni Eropa.

Hubungan Indonesia dengan Korea Selatan
  • Indonesia memiliki kedutaan besar di Seoul.
  • Korea Selatan memiliki kedutaan besar di Jakarta.
  • Skala perdagangan bilateral antara kedua negara bernilai US$14,88 miliar.
  • Kementerian Luar Negeri dan Perdagangan Korea Selatan telah meningkatkan hubungan dengan Indonesia
  • Indonesia dan Korea Selatan telah berinvestasi dalam berbagai proyek pengembangan militer bersama, termasuk pesawat jet tempur KFX/IFX
  • Firma Korea Selatan, Daewoo Shipbuilding and Marine Engineering (DSME), menjalani negosiasi kontrak final untuk menjual tiga kapal selam Type-209 ke Indonesia. Ini akan menjadi persetujuan pertahanan bilateral terbesar antar kedua negara dengan nilai USD1,1 miliar.
Bab 3 – Penutup
Kesimpulan
Ekonomi Korea Selatan mengalami kenaikan pada tahun 1980-an yang sering disebut dengan istilah ‘Keajaiban di Sungai Han’.
Korea Selatan merupakan salah satu negara Asia Timur, yang terbagi atas 1 Kota Khusus, 6 Kota Metropolitan dan 9 Provinsi.
Topografi Korea Selatan sebagian besar berbukit dan tidak rata. Memiliki banyak pegunungan, dataran tinggi dan pulau-pulau yang berteluk. Memiliki 4 musim (Musim panas, musim dingin, musim semi, dan musim gugur) Beriklim sedang karena mengikuti iklim Asia Timur.
Salah satu hubungan Indonesia dengan Korea Selatan adalah, Indonesia memiliki kedutaan besar Korea di Jakarta. Dan Korea Selatan juga memiliki kedutaan besar Indonesia di Seoul.
Sistem pemerintahan Korea Selatan adalah semipresidensial. Dan bentuk negaranya Republik.