Saturday, September 12, 2015

Makalah Sistem Ekonomi Liberal



SISTEM PEREKONOMIAN LIBERAL

BAB 1
1.1. Pendahuluan
Masalah ekonomi adalah masalah mendasar yang terjadi disemua negara. Oleh karena itu, dalam menyikapi permasalahan ekonomi ditiap negara, masing-masing negara menganut sistem ekonomi yang sesuai dengan kondisi dan ideologi negara tersebut.

BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia)



Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia

A.    Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) 


1.Pembentukan BPUPKI
            Sejak akhir tahun 1944, Jepang sudah mengalami kekalahan dalam Perang Dunia II. Setelah itu, perdana menteri Jepang, PM Tojo meletakkan jabatannya dan Jendral Kuniaki Koiso diangkat sebagai perdana menteri yang baru pada tanggal

Karya Ilmiah - Tumbuhan CVPD Pada Tumbuhan Jeruk







KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Berkat limpahan karuniaNya, kami dapat menyelesaikan karya ilmiah ini dengan tepat waktu. Tugas karya ilmiah ini kami berikan judul, ‘Penyakit CVPD Pada Tumbuhan Jeruk’.
Tidak lupa kami kelompok 5, selaku penulis karya ilmiah ini, kami mengucapkan banyak terimakasih kepada Guru Raidayati, SpD. Serta kami mengucapkan banyak terimakasih atas kerjasama antar teman dalam kelompok.
Dalam penyelesaian karya tulis ilmiah ini, kami banyak mengalami kesulitan dan kebingungan, terutama disebabkan oleh kurang spesifiknya informasi yang kami dapatkan, dan juga kerterbatasan waktu dan kemampuan kami. Karena itu, kami menyadari banyak terdapat kekurangan dalam penulisan karya ilmiah ini.
Harapan kami, semoga tugas karya ilmiah ini dapat bermanfaat dan berguna bagi kami dan juga para pembaca.

Palangkaraya, 25 Agustus 2015
Kelompok V



BAB I
PENDAHULUAN

1.1     Latar Belakang
Jeruk merupakan jenis buah-buahan yang digemari oleh masyarakat dan memiliki kapasitas dalam menunjang perbaikan gizi masyarakat karena kandungan vitamin C-nya yang cukup tinggi. Salah satu faktor pembatas dalam pengembangan tanaman jeruk yaitu adanya organisme penganggu tanaman (OPT), termasuk pada pembahasan kali ini, kami akan menjelaskan apa itu penyakit CVPD yang dialami oleh tumbuhan jeruk.
Untuk itu, kita patut menjaga kelangsungan dan kualitas tanaman jeruk, perlu adanya perhatian khusus terhadap penyakit CVPD, terutama pada kebun-kebun jeruk yang masih bebas CVPD.
Selain latar belakang tersebut, kami memiliki latar belakang lainnya, kami membuat karya tulis ilmiah ini bertujuan untuk menyelesaikan tugas biologi yang diberikan oleh guru kami, dan juga agar para pembaca dapat mengerti lebih banyak tentang penyakit CVPD yang menyerang tumbuhan jeruk.

1.2     Rumusan Masalah
1.      Menjelaskan apa yang dimaksud dengan penyakit CVPD pada tumbuhan jeruk.
2.      Bagaimana cara kita mengenali sebuah tumbuhan terkena penyakit CVPD
3.      Bagaimana tanaman jeruk dapat terkena CVPD
4.      Bagaimana cara mengatasi atau cara mencegah penyakit CVPD pada tumbuhan jeruk.
5.      Mengidentifikasi variabel manipulasi, variabel respon, dan variabel kontrol.

1.3     Tujuan Penulisan
1.      Mengetahui apa yang dimaksud dengan penyakit CVPD pada tumbuhan jeruk.
2.      Kita dapat mengenali sebuah tumbuhan terkena penyakit CVPD
3.      Dapat mengetahui tanaman jeruk dapat terkena CVPD
4.      Dapat mengetahui bagaimana cara mengatasi atau cara mencegah CVPD pada tumbuhan jeruk.





BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Mengidentifikasi Variabel
Tiga macam variabel yang digunakan dalam sebuah penelitian:
1.      Variabel Manipulasi atau variabel bebas adalah variabel yang dapat dipengaruhi secara sengaja atau dapat diubah-ubah atau dimanipulasi dalam suatu situasi. Pada perencanaan (desain) penelitian ini, yang menjadi variabel manipulasi adalah: banyaknya pupuk yang digunakan dalam penanaman hingga persemaian tanaman jeruk.
2.      Variabel terikat atau variabel respon adalah variabel hasil dari variabel bebas atau, hasil pengaruh dari variabel manipulasi. Variabel respon: Timbulnya suatu penyakit dikarenakan oleh hama.
3.      Variabel kontrol adalah variabel yang secara sengaja dipertahankan dan dibuat sama agar tidak terpengaruh terhadap variabel respon. Variabel kontrol: media tempat penanaman jeruk, dosis air dan pupuk yang digunakan.

CVPD (Citrus Vein Phloem Degeneration), adalah nama penyakit tanaman jeruk yang dalam bahasa Indonesia memiliki arti kerusakan pembuluh floem tanaman jeruk. Di luar negeri, penyakit ini dikenal dengan nama berbeda-beda disetiap negara. Nama resmi yang kini digunakan di seluruh dunia adalah huanglongbing, disingkat HLB, nama dalam bahasa Mandarin yang berarti pucuk menguning.
Pembuluh floem adalah pembuluh yang terdapat pada kulit batang, yang berfungsi untuk mengangkut bahan makanan, yang diolah tanaman pada daun dan keseluruh bagian tanaman. Jika pembuluh floem mengalami kerusakan maka bahan makanan tertumpuk pada daun sehingga bagian lainnya mengalami kekurangan makanan. Akibatnya, pertumbuhan tanaman mengalami kerusakan dan dapat pelan-pelan akan mati.
            Pembuluh floem mengalami kerusakan karena dijadikan tempat berkembang biak oleh bakteri Candidatus Liberibacter asiaticus. Penyakit ini merupakan penyakit yang sangat ditakuti oleh petani jeruk, karena penyakit ini mudah menular dan begitu tanaman terkena penyakit ini maka akan cepat mati dan tidak menghasilkan buah yang baik. Ketika penyakit ini terkena tanaman jeruk, tanaman jeruk memang masih dapat berproduksi, tetapi bentuk buah menjadi tidak normal, ukuran buah menjadi lebih kecil, dan rasanya menjadi kecut.
Tanaman jeruk dapat terkena CVPD melalui dua cara penularan CVPD.
a.       CVPD dapat menular dengan perantaraan serangga kutu loncat jeruk Asia sebagai vektor.
b.      CVPD dapat menular melalui okulasi dengan menggunakan mata tempel yang diambil dari pohon induk yang berpenyakit CVPD.

*Vektor adalah makhluk hidup yang tubuhnya mengandung bibit penyakit tanpa harus menjadi sakit. Contohnya, Ketika kutu loncat jeruk Asia mengisap cairan dari pucuk tanaman berpenyakit CVPD, cairan yang mengandung bakteri penyebab CVPD masuk ke dalam tubuhnya. Cairan tersebut dapat dipindahkan ke tanaman sehat pada saat kutu loncat tersebut menghisap cairan dari tanaman sehat.

CPVD dapat dikenali dengan beberapa cara, yaitu:
Dengan cara sederhana biasanya kurang teliti, tetapi biayanya murah dan bila dilakukan oleh orang yang berpengalaman, hasilnya bisa mendekati cara canggih yan biayanya mahal.
Cara sederhana untuk mengenali CVPD dengan cara pengamatan gejala dan uji iodin. Pengamaan gejala adalah pengamatan yang dilakukan untuk melihat perubahan yang terjadi pada tanaman yang menderita CVPD, sedangkan uji iodin adalah uji yang dilakukan dengan meneteskan cairan iodin pada irisan daun yang diambil dari tanaman jeruk yang terkena CVPD.
Gejala khas tanaman yang terkena penyakit CVPD:
·         Pada tanaman yang mulai menderita CVPD, salah satu cabangnya akan tampak menguning.
·         Daun pada cabang tersebut bewarna hijau berbelang-belang kuning secara tidak simetris antara bagian kanan dan kiri tulang daun utama.
·         Daun-daun tersebut akan mempunyai tulang daun yang lebih tebal dan bergabus/
·         Bagian daun menguning yang semakin mencakup seluruh permukaan daun.
·         Daun menjadi lebih kaku, tumbuh lebih tegak, dan kadang-kadang berbentuk tidak normal.
·         Daun akan gugur dan cabang menjadi tumbuh meranggas, tanaman tampak tumbuh merana, dan pada akhirnya tanaman yang terkena CVPD tersebut mati.
Ciri-ciri buah yang menderita CVPD:
·         Buah berukuran lebih kecil dan bentuknya tidak normal.
·         Menjelang masak, buah menguning dari bagian pangkal, bukan dari ujung sebagaimana seharusnya.
·         Bila buah dibelah melalui bagian pangkal, tampak pembuluh bewarna cokelat muda.
·         Bila buah di belah melintang, tampak biji yang kisut dan menghitam.
Untuk lebih memastikan tanaman menderita penyakit CVPD, dapat dilakukan uji iodin. Untuk melakukan uji ini, terlebih tahulu menyiapkan larutan iodin dengan mencampurkan satu bagian cairan iodium tinktur (obat merah Betadine tidak boleh digunakan) ke dalam 9 bagian air minum kemasan.
Kemudian, ambil satu helai daun yang memiliki gejala CVPD, kemudian daun tersebut diiris. Irisan daun tersebut kemudian dicelupkan ke dalam larutan iodin selama 1,5 hinga 2 menit. Lalu perhatikan perubahan warna yang terjadi pada bagian tepi irisan daun. Bila warna tepi irisan berubah menjadi biru gelap maka perubahan warna tersebut menandakan tanaman berpenyakit CVPD. Dan bila warna tidak berubah, menandakan tanaman tersebut tidak menderita penyakit CVPD.
Namun, pengujian menggunakan uji iodin tidak dapat memberikan hasil yang benar-benar akurat. Namun karena biayanya murah, maka dapat dilakukan dalam jumlah banyak, dibandingkan dengan menggunakan uji canggih yang biayanya mahal.
Tingkat akurasi uji iodin adalaha 65% maka bila dari 100kali pengujian dan ditemukan 80% hasil positif, setidaknya, 52kali pengujian adalah akurat.
Untuk mendapatkan hasil yang benar-benar akurat dapat dilakukan uji PCR (polimerase chain reaction), tetapi uji ini hanya dapat dilakukan di laboratorium di luar NTT. Bukan suatu hal yang tidak mungkin selama pengangkutan ke laboratorium sampel mengalami kerusakan sehingga hasilnya juga tidak dapat menghasilkan hasil yang benar-benar akurat.

Untuk mencegah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Liberobacter asiaticum, kita dapat menggunakan beberapa cara, yaitu:
·         Pengadaan dan penggunaan jeruk bebas penyakit.
·         Pengendalian serangga vektor.
Serangga penularan dalam penyebaran CVPD, D. Citri. Vektor ini menularkan CVPD dipersemaian dan kebun, terutama ditemukan pada tunas. Agar tidak menambah populasinya, penggunaan pestisida dapat dipertimbangkan.
Contoh pestisida yang dapat mengendalikan populasi vektor diantaranya: dimenthoate (perfekthion, roxion 40 EC, rogor 40 EC, cygon) yang diaplikasikan pada daun atau disuntikan pada batang, dan edosulfan (dekasulfan 350 EC). Aplikasi insektisida hendaknya dilakukan pada saat tanaman menjelang dan ketika bertunas. Selain penggunaan pestisida, penggunaan agensia hayati juga bisa dilakukan untuk pengendalian kutu loncat ini yaitu dapat dikendalikan oleh dua parasit nimfa: Tamarixia radiata dan Diaphorencyrtus aligarhensis dengan tingkat parasitisme berturut-turut 90 % dan 60-80 %. Predator seperti Curinus coeruleus juga mampu mengendalikan populas hama ini. Entomopatogen Hirsutella sp. dapat menginfeksi kutu dewasa hingga 60%.
·         Karantina
·         Sterilisasi alat-alat
·         Pemetaan daerah terkena penyakit CVPD.


BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
·         Penyakit CVPD disebabkan oleh bakteri Liberobacter asiaticum yang biasanya ditularkan melalui serangga vektor Diaphorina citri.
·         Untuk mengetahui suatu tanaman memiliki penyakit CVPD, dapat dilakukan dengan cara uji iodin dan uji PCR (polimerase chain reaction).
·         Pengendalian penyakit CVPD dapat dilakukan secara terpadu, yaitu antara lain : Pengadaan dan penggunaan bibit jeruk bebas penyakit, pengendalian serangga vektor, karantina, sterilisasi alat-alat dan pemetaan daerah serangan terkena penyakit CVPD.



DAFTAR PUSTAKA

http://hamasyahri.blogspot.com/2012/02/v-behaviorurldefaultvmlo.html
Solikhin. 2015. SERASI BIOLOGI KURIKULUM 2013. Banjarmasin.


Contoh Self Introduction English






Hello. Allow me to introduce myself. My name is Jessica. You can call me Cece or Ceko. I was born in Banjarmasin, September 28 (Twenty eight) 2000 (Two Thousand). I was studied in Saint Paul Junior High School, and now I am studing in SMAN 2. I live at Jalan Pinguin Raya number 1 (one). My hobbies are listening music, watching k-drama, reading and writting a fiction.  My religion is Christian.
My favorite artist are Super Junior, espicially Eunhyuk and Donghae. They’re can make me feel happy and sad too. I hope, I can meet them one day... and I can reach my future dream to be a doctor.  
About my family, I live with my parents and my sisters. I have two siblings. Her name are Lily and Fanie. Lily is studing at SMPN 1, and my younger sister at SDK Santo Don Bosco Palangkaraya. My father is bussinessman, meanwhile my mother is housewife.
I think it’s enough. That’s all about me.  Nice too meet you. 

BIOLOGI X - BIOLOGI SEBAGAI ILMU






Bab I – Biologi Sebagai Ilmu

Ruang Lingkup biologi terdiri atas:
Objek Biologi:
a)    Kingdom Monera
b)    Kingdom Protista
c)    Kingdom Fungi
d)    Kingdom Plantae
e)    Kingdom Animalia

Tingkat Organisasi Kehidupan:
a)    Molekul
b)    Sel
c)    Jaringan
d)    Individu
e)    Populasi
f)       Komunitas
g)    Ekosistem
h)    Bioma
i)       Biosfer

Permasalahan atau tema Biologi:
a)    Biologi sebagai proses inkuiri
b)    Sejarah konsep Biologi
c)    Evolusi
d)    Keanekaragaman hayati
e)    Genetika
f)       Organisme dan lingkungan
g)    Tingkah laku
h)    Struktur dan fungsi
i)       Regulasi


Biologi berasal dari kata bios: hidup dan logos: kehidupan. Jadi, dapat disimpulkan bahwa biologi adalah ilmu yang mengkaji dan mempelajari makhluk hidup. Ketiga ruang lingkup tersebut saling berhubungan satu sama lain sehingga membentuk suatu ruang tiga dimensi. Karena, objek bilogi akan membentuk suatu tingkat organisasi kehidupan, dan ketika objek biologi masuk dalam organisasi kehidupan, objek akan membentuk suatu permasalahan. Sehingga, ketiga ruang lingkup tersebut saling berhubungan dan membentuk ruang tiga dimensi.

3 komponen yang merupakan satu-kesatuan dalam mempelajari biologi sebagai ilmu adalah: sikap ilmiah, proses ilmiah (kerja ilmiah), serta produk ilmiah.
·         Sikap ilmiah yang harus dikembangkan adalah dapat membedakan fakta dan opini, berani dan santun dalam bertanya dan berpendapat, peduli lingkungan, berpendapat secara ilmiah dan kritis, dapat bekerja sama, jujur, bertanggung-jawab, dan tekun.

·         Proses ilmiah atau kerja ilmiah disebut juga dengan keterampilan proses yang merupakan keseluruhan keterampilan ilmiah yang terarah baik kognitif maupun psikomotor yang digunakan dalam penelitian untuk menemukan suatu konsep/teori/prinsip, untuk mengembangkan konsep yang telah ada sebelumnya, ataupun untuk melakukan sebuah penyangkalan terhadap suatu penemuan (falsifikasi).

·         Produk ilmiah berupa fakta, konsep, teori, dan hukum, yang menjadi hasil dari proses ilmiah.

Biologi sebagai ilmu mempunyai karakteristik, yaitu:
1.     Memiliki objek kajian yang berupa benda konkret dan dapat ditangkap oleh indera.  Objek kajian biologi mulai dari molekul sampai dengan bioma.

2.     Memiliki metode yang disebut metode ilmiah. Langkah-langkah kerja ilmiah:
a.     Merumuskan masalah
b.     Menyusun kerangka berpikir (mengumpulkan keterangan atau data, baik secara teoritis dari buku yang disebut kajian pustaka maupun empiris: hasil observasi langsung)
c.     Merumuskan hipotesis
d.     Menguji hipotesis dengan eksperimen
e.     Menganalisis data hasil eksperimen
f.       Menarik kesimpulan
g.     Publikasi (laporan penelitian)

3.     Dikembangkan berdasarkan pengalaman nyata.

4.     Memiliki langkah-langkah sistematis yang bersifat baku, artinya keterangan atau data yang menyusun sebuah pengetahuan harus memiliki ketergantungan dan teratur.

5.     Menggunakan cara berpikir logis, yang bersifat deduktif dan induktif. Bersifat deduktif artinya berpikir dengan menarik dari hal-hal umum menjadi ketentuan khusus. Bersifat induktif artinya berpikir dengan menarik kesimpulan dari hal-hal yang khusus menjadi ketentuan yang berlaku umum.

6.     Hasilnya bersifat objektif atau apa adanya, terhindar dari kepentingan pelaku (subjektif).

7.     Hasil berupa hukum-hukum yang berlaku umum, dan diberlakukan atau bersifat universal.

Menurut H. James Funk, dkk (1979), keterampilan proses dibagi menjadi:
     Keterampilan Proses Dasar
Keterampilan proses dasar meliputi:
a)    Observasi (Pengamatan)
 Observasi adalah proses untuk memperoleh informasi atau mengenal suatu obyek atau peristiwa dengan menggunakan semua panca indera atau alat bantu yang merupakan pengembangan alat indera.
Karakteristik dari keterampilan observasi adalah:
-Mengidentifikasi ciri-ciri suatu benda, misalnya warna, tekstur, bau, bentuk, ukuran, berat dan volume.
-Mengidentifikasi perbedaan dan persamaan yang nyata pada obyek/peristiwa.
-Membaca alat-alat ukur
-Mencocokkan gambar dengan uraian tulisan

     Data Kualitatif adalah pengamatan yang dilakukan hanya dengan menggunakan kelima indera tanpa alat bantu ukur.
     Data Kuantitatif adalah pengamatan yang dilakukan dengan menggunakan alat ukur.

Pengamatan berfungsi sebagai dasar untuk perumusan inferensi (kesimpulan) dan prediksi, yang dibuat dalam bentuk gambar, bagan, tabel, grafik, dan tulisan (deskripsi).

b)    Komunikasi

Komunikasi  adalah proses pengubahan informasi dari media ke media lainnya. Contoh metode komunikasi: grafik, carta, peta, simbol, diagram, persamaan matematika, demonstrasi visual seperti kata-kata baik tulisan maupun lisan, dan bahasa tubuh. Komunikasi yang efektif harus jelas, akurat (presisi), dan tidak kabur atau tidak membingungkan.

Karakteristik dan keterampilan komunikasi adalah mengutarakan suatu ide atau temuan, menjelaskan penggunaan data hasil penginderaan atau memberikan suatu ide atau temuan, menjelaskan penggunaan data hasil penginderaan, atau memberikan secara akurat suatu objek/kejadian, dll.

c)    Klasifikasi

Tujuan klasifikasi untuk memudahkan dalam mempelajari sesuatu. Dasar yang digunakan adalah persamaan dan perbedaan ciri. Prinsip dalam mengklasifikasikan objek adalah mencari persamaan di antara perbedaan (keragaman) dan mencari perbedaan di antara persamaan (keseragaman).

Tahapan klasifikasi: Identifikasi (pengenalan diri) – Pengelompokkan – dan penamaan suatu objek.

d)    Inferensi (infering)

Inferensi adalah hasil observasi yang merupakan fakta/data/pernyataan berupa informasi yang sesuai dengan suatu objek, seringkali memberikan suatu pola. Pola dari fakta/data tersebut ditafsirkan atau di interprestasikan lebih lanjut menjadi penjelasan yang logis. Penjelasan terhadap suatu data/fakta yang didasarkan atas hasil observasi disebut inferensi.

e)    Prediksi

Prediksi adalah keterampilan berpikir membuat perkiraan tentang sesuatu yang belum terjadi, berdasarkan hasil observasi dan inferensi.

Hal-hal penting dalam membuat prediksi adalah:

·         Mengumpulkan data melalui observasi.
·         Mengklasifikasikan
·         Menyimpulkan hubungan sebab-akibat (inferensi).
·         Menyusun pernyataan hasil berpikir tentang kejadian yang akan datang didasarkan pola hasil observasi (prediksi)
·         Uji kebenaran prediksi yang dibuat.
     Keterampilan Proses Terpadu
Keterampilan proses terpadu meliputi:
a)    Identifikasi variabel
Variabel adalah sesuatu ata faktor-faktor yang berpengaruh yang memiliki nilai atau harga dan nilainya bervariasi yaitu dapat berubah atau diubah pada sauatu situasi terentu.
Contohnya:  “Tinggi tanaman pepaya bergantung pada jumlah air yang disiramkan pada tanaman tersebut’.
Tinggi tanaman pepaya yang disebut variabel.

Tiga macam variabel yang digunakan dalam sebuah penelitian:
1.     Variabel manipulasi atau variabel bebas adalah variabel yang dapat dipengaruhi secara sengaja atau dapat diubah-ubah atau dimanipulasi dalam suatu situasi.
2.     Variabel terikat atau variabel respon adalah variabel hasil dari variabel bebas.
3.     Variabel kontrol adalah variabel yang secara sengaja dipertahankan dan dibuat sama agar tidak terpengaruh terhadap variabel respon. (hasil percobaan).

b)    Perumusan hipotesis
Hipotesis adalah dugaan sementara atau kesimpulan sementara tentang pengaruh variabel manipulasi terhadap variabel respon.
Langkah-langkah merumuskan hipotesis:
1.     Mengidentifikasi variabel yang berhubungan secara logis.
2.     Mengidentifikasi variabel yang dimanipulasi dan variabel yang merespon atau yang mempengaruhi variabel manipulasi.

c)    Definisi Operasional (DO) variabel
Definisi operasional variabel menyatakan tindakan apa yang dilakukan dan pengamatan apa yang harus dicatat. Definisi operasional harus dibuat sendiri oleh peneliti.

d)    Perancangan (desain) penelitian
Langkah-langkah perancangan (desain) penelitia:
1.     Mengidentifikasi variabel
2.     Merumuskan hipotesis
3.     Mengdefinisikan secara operasional variabel manipulasi dan respon.
4.     Menentukan variabel apa yang harus dikontrol
5.     Menentukan harga variabel manipulasi yang dipilih untuk penelitian.

e)    Eksperimen
Eksperimen adalah kegiatan yang menggunakan seluruh keterampilan proses dasar dan terpadu. Untuk melalukan suatu eksperimen dapat dimulai dengan pertanyaan (rumusan masalah), identifikasi variabel, merumuskan hipotesis, mendefinisikan operasional suatu variabel, mendesain penelitian, mengumpulkan data, dan menginterprestasikan data, lalu memulai suatu eksperimen.

Objek dan Permasalahan Biologi pada Tingkatan Organisasi Kehidupan

1.     Molekul

Contoh permasalahan biologi pada tingkat molekul:

·         Penyakit diabetes disebabkan oleh kelebihan kadar gula (glukosa) darah. 

·         Penyakit jantung koroner karena adanya penyumbatan pada nadi koronaria yang disebabkan oleh lemak (kolestrol)

·         Obsitas karena kelebihan karbohidrat.

·         Marasmus karena kekurangan karbohidrat.

·         Kwashiorkor karena kekurangan protein.

·         Mutasi gen yang menimbulkan adanya gen mutan (gen albino, gen buta warna, gen hemofilia, gen botak, gen anemia, gen kecenderungan TBC, dll)

Pemanfaat biomolekul dalam bidang biologi melekuler antara lain pemanfaatan asam nukleat yaitu ADN dalam teknologi rekayasa genetika yang disebut rekombinasi ADN. Teknik rekombinasi ADN dimanfaatkan dalam pembuatan:
a)    Hormon Insulin, dimana gen (ADN) insulin diambil dari sel pankreas manusia dan bakteri yang digunakan adalah bakteri Escherichia coli, jika seseorang kekurangan hormon ini, dapat menyebabkan penyakit diabetes melitus atau kencing manis karena meningkatnya kadar gula (glukosa) dalam darah.
b)    Hormon Pertumbuhan (Somatotropin), dimana gen (ADN) somatotropin diambil dari sel kelenjar sapi dan bakteri E. Coli, orang yang kelebihan hormon somatotropin disebut gigantisme. Sedangkan, orang yang kekurang hormon ini disebut hipofisis.
c)    Vaksin, dimana gen diambil dari DNA virus.
d)    Interferon.
e)    Tanaman yang resisten terhadap penyakit.
f)       Tanaman yang mampu menambat/memfikasasi nitrogen, dimana gen (ADN) yang diinginkan adalah gen penambat nitrogen dari bakteri Rhizobium dan wahana kloningnya adalah plasmid Ti dari bakteri Agrobacterium tumefaciens.


2.     Sel

Pemanfaatan sel dalam bidang kedokteran misalnya untuk pembuatan antibodi monoklonal dan bayi tabung. Antibodi monoklonal dapat digunakan untuk mendiagnosis penyakit, tes kehamilan pengobatan (terapi) penyakit outoimun, dan kanker. Bayi tabung (fertiliassi in vitro) merupakan teknologi fertilisasi sel telur dengan sperma yang terjadi secara in vitro (diluar tubuh dalam rahim wanita).

3 Teknik bayi tabung:
a.     GIFT (Gamete Intra Fallopian Transfer)
b.     FIVET (Fertiliassi In Vitro & Embrio Transfer)
c.     ZIFT (Zyogote Intra Fallopian Transfer)
Contoh permasalahan biologi tingkat sel:
·         Plasmolisis
·         Transportasi zat lintas membran
·         Endositosis
·         Penggandaan sel
·         Perkembangbiakkan virus/bakteri.
·         Munculnya sel kanker.




3.     Jaringan

Pemanfaatan jaringan dalam bidang pertanian adalah kultur pertanian, teknik perbanyakan (kloning) tanaman secara vegetatif (Aseksual) dalam jumlah sangat banyak dari jaringan tubuh di dalam kultur aseptik (steril), dengan lingkungan terkontrol. Dengan kultur jaringan, tumbuhan dapat dilakukan dengan secara cepat, dalam jumlah yang besar, hemat tempat dan waktu, serta memiliki sifat yang identik dengan tanaman induk.
Permasalahan dalam tingkat kehidupan jaringan:
·         HIV/AIDS
·         Leukimia
·         CVPD pada tanaman jeruk.
·         Kutil
·         Cacar

4.     Organ

Pemanfaatan objek biologi pada tingkat organ misalnya, transplantasi hati pada penyakit kanker hati, transplantasi ginjal pada penyakit gagal ginjal, transplantasi kornea mata pada penderita buta, dsb.

Permasalahan dalam tingkat kehidupan Organ:

·         Penyakit mata (Katarak)
·         Gagal ginjal
·         Kanker hati, usus, kulit, payudara
·         Jantung koroner.
·         Paru-paru
·         Kista pada rahim
·         Patah tulang
·         Mozaik
·         Penyakit raja singa (sifilis)

5.     Individu

Pemanfaatan objek biologi pada tingkat individu misalnya, kloning. Kloning merupakan teknologi perbanyakan individu atau sel secara vegetatif, sehingga menghasilkan individu (klon) yang identik secara genetik.

Permasalahan dalam tingkat kehidupan Individu:

·         Penyebaran flu burung pada manusia atau unggas
·         Penyebaran HIV/AIDS.

6.     Populasi
Permasalahan dalam tingkat Populasi:
·         Tanaman jeruk yang terkena penyakit CVPD
·         Hama wereng coklat yang menyerang tanaman padi
·         Penyebaran flu burung.
·         Penyebaran HIV/AIDS.

7.     Komunitas
Permasalahan dalam tingkat Komunitas:
·         Rusaknya tanaman oleh tikus/hama wereng.
·         Demam berdarah
·         Penyebaran flu burung dari unggas ke manusia.

8.     Ekosistem
Permasalahan dalam tingkat Ekosistem:
·         Kerusakan ekosistem. Misalnya ekosistem hutan yang diubah menjadi persawahan, perindustrian, pertambangan, perumahan
·         Terjadinya pencemaran lingkungan.
·         Penebangan hutan yang tidak bertanggung jawab.
·         Kebakaran hutan

9.     Bioma

Tema persoalan yang dikaji dalam tingkat Bioma:

·         Biologi sebagai proses inkuiri
·         Sejarah konsep biologi
·         Evolusi
·         Keanekaragaman hayati
·         Genetika
·         Organisme dan lingkungan
·         Tingkah laku, struktur, dan fungsi
·         Regulasi.


Cabang-cabang Biologi
Berdasarkan ruang lingkupnya, cabang biologi terbagi atas:
1.     Cabang Biologi berdasarkan objek kajian:
a.     Botani merupakan ilmu yang mempelajari tentang tumbuhan
b.     Zoologi merupakan ilmu yang mempelajari tentang hewan.
c.     Mikologi merupakan ilmu yang mempelajari tentang jamur.
d.     Bakteriologi merupakan ilmu yang mempelajari tentang bakteri.
e.     Entomologi merupakan ilmu yang mempelajari tentang serangga.
f.       Ichtyologi merupakan ilmu yang mempelajari tentang ikan.

2.     Cabang Biologi berdasarkan tingkat organisasi kehidupan:
a.     Histologi merupakan ilmu yang mempelajari tentang jaringan
b.     Sitologi merupakan ilmu yang mempelajari tentang sel.
c.     Organologi merupakan ilmu yang mempelajari tentang organ.

3.     Cabang Biologi berdasarkan tema persolaan/permasalahan:
a.     Ekologi merupakan ilmu yang mempelajari tentang hubungan timbal balik antara makhluk hidup dan lingkungannya.
b.     Patologi merupakan ilmu yang mempelajari tentang penyakit.
c.     Toksikologi merupakan ilmu yang mempelajari tentang racun (toksin)
d.     Taksonomi merupakan ilmu yang mempelajari tentang pengelompokkan makhluk hidup
e.     Biologi reproduksi merupakan ilmu yang mempelajari tentang perkembangbiakkan makhluk hidup.
f.       Fisiologi merupakan ilmu yang mempelajari tentang fungsi tubuh.
g.     Teratologi merupakan ilmu yang mempelajari tentang cacat kelahiran.

4.     Cabang Biologi yang berdasarkan objek dan tema persoalan:
a.     Genetika manusia merupakan ilmu yang mempelajari tentang pewarisan sifat pada manusia.
b.     Ekologi hewan merupakan ilmu yang mempelajari tentang hubungan timbal balik antara hewan dan lingkungannya.
c.     Taksonomi vertebrata merupakan ilmu yang mempelajari tentang pengelompokkan hewan vertebrata.
d.     Fisiologi tumbuhan merupakan ilmu yang mempelajari tentang fungsi pada tumbuhan.
e.     Anatomi tumbuhan merupakan ilmu yang mempelajari tentang bagian-bagian tumbuhan.
f.       Embriologi tumbuhan merupakan ilmu yang mempelajari tentang embrio pada tumbuhan.

5.     Cabang Biologi berdasarkan objek kajian dan tingkat organisasi kehidupan:
a.     Sitologi hewan merupakan ilmu yang mempelajari tentang sel-sel hewan.
b.     Sitologi tumbuhan merupakan ilmu yang mempelajari tentang sel-sel tumbuhan.
c.     Histologi hewan merupakan ilmu yang mempelajari tentang jaringan hewan.
d.     Histologi tumbuhan merupakan ilmu yang mempelajari tentang jaringan tumbuhan
Manfaat Biologi:
Dampak Positif:
·         Manusia sadar terhadap hidup dan kehidupan dalam lingkungan.
·         Diciptakan bibit unggul yang ramah lingkungan, melalui teknik hibridisasi (persilangan), teknik radiasi, dan rekayasa genetika.
·         Pemanfaatan mikroorganisme dalam segala bidang.
Contoh:
bakteri E. coli untuk membuat hormon insulin, hormon somatotropin.
Bakteri Rhizobium untuk membuat tanaman transgenik.
Bakteri Metana untuk membuat biogas.
Pembuatan makanan dan minuman fermentasi.
·        Pengendalian hama dengan menggunakan teknik radiasi dan musuh alami hama, yaitu predator dan parasitoid.
·        Sistem pertanian organik dan sistem tumpang sari.
·        Penemuan sidik jari dan sidik DNA yuntuk mengetahui pelaku kriminalitas.

Dampak Negatif:

·         Mengeksploitasi SDA dengan sembarangan dan tidak bertanggung jawab.
·         Penggunaan bibit unggul dan pestisida yang berlebihan.
·         Tanaman transgenik dapat membahayakan lingkungan dan manusia.

Untuk mencegah penyalahgunaan ilmu biologi, maka telah dibuat aturan yang disebut bioetika dan protokol Cartagena (keamanan hayati).