Friday, August 3, 2018

Lintas Jurusan + Jalur-jalur masuk PTN [SNM-SBM-SMM]

Hola, kali ini, aku akan bahas tentang 'lintas jurusan'. Mungkin ada beberapa tulisan yang akan menyinggung beberapa pihak, jadi, sebelumnya, aku mohon maaf, jika ada beberapa kata yang menyinggung di sini. 

Oke! Let's start

Kalau kalian sudah baca beberapa isi blog ku, mungkin kalian tahu sedikit tentang diriku. Jadi, tahun ini aku baru saja masuk kuliah, dan akan merasakan kehidupan mahasiswa. Sebelumnya, aku sudah menamatkan Sekolah Menengah Atas di SMA Negeri 2 Palangka Raya. Anyway, tahu kan di mana Palangka Raya? Jangan bilang pada asing dengan kota ini? Kalau pada belum tahu, silakan untuk surfing sendiri di mbah google ya! 

Okai, selama SMA, aku mengambil jurusan IPA. Jadi, selama tiga tahun, aku bertemu dengan biologi, fisika, dan kimia. Beberapa postingan aku tentang tugas sekolah yang menyangkut itu ada semua di blog! Sekalian promosi deh, atau bisa buka di sini. (Itu juga salah satu web yang aku khususkan untuk segala materi tugas yang pernah ku kerjakan. Feel free to share ya. Nggak salah untuk berbagi ilmu, asal ilmu yang didapat digunakan dengan bijaksana! ^^ 

Kembali ke topik, selama tiga tahun berjuang untuk belajar IPA, belajar menghitung berapa kecepatan debu, roda, dll. Memahami segala senyawa kimia, alkana, alkena, alkuna, benzena dll. Terpaksa untuk paham? Iya banget. Tapi, semua itu harus dijalanin. Itu suatu pilihan. Ketika kamu sudah memilih untuk bertahan di IPA, ya, artinya, kamu harus menjalani itu. Nggak boleh lepas tanggung jawab. 

Walaupun terpaksa, ketika aku memilih IPA, awalnya aku memang berniat di IPA. Dan, syukurnya, orangtua mengizinkan. Orangtua juga berpikir bahwa kalau aku ngambil IPA, kedepannya juga enak. Karena IPA bisa tembus ke semuanya. Pemikiran jaman dulu. Tapi faktanya, tidak seperti itu juga. Kenapa? Akan aku jawab ditulisan ku dibawah ya! 

3 tahun yang lalu, aku benar-benar tidak tau, tujuanku kemana. 
Bakatku apa, minatku apa, yang aku tahu hanya 'aku akan jadi anak SMA, bukan putih-biru lagi. Tapi sudah jadi putih abu-abu'. Nggak pernah sekalipun berpikir ke depannya mau ambil apa dan ke mana.

Itulah salahnya
Makanya, untuk kamu atau adek kamu yang baru saja masuk SMA, tolong banget untuk memikirkan ke depannya bagaimana. Rencanakan sebaik mungkin. Karena, itu semua butuh proses. Proses untuk berkembang dan mengerti. Daripada menyesal ke depannya. 

  • Masuk IPA karena gengsi? Tolong banget, pemikiran seperti itu harus di ubah. Jujur aja, dulu, aku berpikir bahwa IPS anaknya nakal-nakal, bolos terus, dan lain-lain. Tapi faktanya, teman-temanku yang IPA, juga gitu. Secara kasarnya adalah, mau IPA atau IPS sama aja. Pasti ada yang nakal dan yang rajin. Itu semua tergantung gimana kamu membawa diri dan bergaul dengan siapa.


Itu adalah poin pertama, yang bikin aku salah kaprah dengan jurusan IPS. 

  • Masuk IPA karena katanya anak IPA itu pintar-pintar? Hell yeah, ini juga alasan kenapa aku memilih masuk IPA selama 3 tahun di SMA! Dan, please, sama saja guys! Pada dasarnya, manusia punya kemampuan berpikir, sama-sama pinterSama-sama cerdas. Itu semua tergantung kamu menggunakan kemampuan berpikir itu. Kamu pakai untuk bener belajar gak? Kalau kamu masuk IPA, tapi males belajar, sama aja kan? Malah, kalah dengan anak IPS yang bener-bener belajar. 

Itu poin kedua, semoga 'maksud' aku di poin yang kedua, bisa dipahami dengan baik ya!

#PesandariKakakTingkat : Musim Ujian + TIPS


Tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini, karena kesempurnaan hanyalah milik Tuhan.
.
.
Hai.

Longtime no see.

Berharap kalian dalam keadaan yang baik-baik saja, ya!

Nggak sengaja, tadi kebuka beberapa kenangan-kenangan ku selama masa sekolah. Masa yang paling indah itu masa sekolah, kan
Apalagi masa SMA ya, katanya sih, masa-masa yang paling indah. 
Yah, intinya, tadi nggak sengaja buka catatan-catatan selama sekolah, tepatnya sih, catatan sewaktu UN. 
Kalau kalian pernah baca curhatanku tentang, UN Matematika SMA Sulit? Kalian mungkin akan sedikit nyambung dengan bahasan ini.

Intinya guys, aku di sini cuman ingin berbagi cerita, sharing cerita tentang perjuanganku selama UN SMA dan beberapa tips untuk kalian yang sedang duduk di kelas 3, atau mau duduk di kelas 3.

Tentunya, di kelas 3, itu adalah musim-musim ujian. Apalagi kalau sudah semester genap. 
Ofcourse, waktu belajar kalian itu sudah minim banget. Di semester dua di kelas 3, mungkin kalian hanya belajar 2 bulan. Sedangkan sisanya akan menghadapi ujian-ujian. 
Dari ujian praktik, UAS, US, sampai dengan UNAS. Tergantung sekolah ya, beberapa sekolah ada yang menggabungkan UAS dan US, dan beberapa sekolah ada yang beda.

Tapi, untuk di sekolah ku, ada 3 jenis ujian, yaitu ujian praktik, ujian sekolah, dan yang terakhir ujian nasional. 
Ujian praktik menghabiskan waktu seminggu lamanya, dari pelajaran agama, bahasa Indonesia, bahasa inggris, fisika, kimia, biologi, dan penjaskes. Setiap tahunnya, ujian praktik berbeda, tergantung apa yang di-ujikan. Tergantung dengan kurikulumnya. Jadi, untuk yang di-ujikan, aku skip ya.

Jeda satu minggu lamanya, dilanjutkan dengan US. 
US menghabiskan waktu 7 hari, karena menerapkan sistem five day school  akhirnya, total US adalah satu minggu dua hari. Waktu yang sangat panjang jika dalam masa ujian. 

#PesandariKakakTingkat : TIPS UNTUK BELAJAR UN SMA

Hai. Kali ini, saya mau berbagi tips untuk kalian semua.
Nah yang akan saya bagikan kali ini adalah.. tips untuk belajar UN alias Ujian Nasional.
Bagi siapapun kalian, entah di kelas 3 SMA, atau kelas 1 atau 2 SMA. Tidak ada salahnya untuk dibaca, dan diterapkan di kehidupan kalian.

Kalau yang namanya belajar UN, harus sedini mungkin. Karena, logikanya gini. UN itu pelajaran dari kelas 1-3 (entah untuk SMP/SMA). Jadi, kalau kalian nerapin sistem kebut semalam atau istilahnya SKS. Itu udah salah banget. Malahan, menurut saya itu nggak efektif sama sekali. Karena kalian belajarnya terburu-buru.Yang namanya belajar, itu harus berkualitas. Maksudnya di sini, walaupun belajar sebentar, tapi paham. Daripada belajar lama-lama, eh ujung-ujungnya nggak ngerti. (masuk kiri, keluar kanan). Ya...sama saja bohong dong! Makanya, untuk mendapat belajar yang berkualitas dan efektif, belajarlah sedini mungkin. Istilahnya, dicicil. Pelan-pelan tapi pasti.

Udah belajar sedini mungkin. juga perlu untuk mengulang contoh soal sebanyak mungkin. Karena, semakin kamu biasa untuk menjawab soal, semakin enak juga menjawab soalnya. Bisa karena biasa, tinggal melatih kecepatan saja. Karena untuk menjawab soal UN juga dibutuhkan waktu untuk persoalnya.

Tips dari saya sih, niatin dulu untuk belajar. Kalau nggak niat ya percuma juga dong. Untuk menambah semangat belajarmu, carilah kelompok belajar yang bisa menumbuhkan semangat belajar kalian. Intinya sih itu aja, sering-sering latih soal, belajar sedini mungkin. Kalau kalian lagi  duduk di kelas tiga, kurang-kurangin kegiatan bermain kalian. Ekskul pun, dikurangin. Lebih fokuslah untuk belajar UN atau SBMPTN.

Karena, ya seperti yang saya bilang tadi. Pelajarannya nggak mudah-mudah. Mau sepintar apapun kamu, kalau tidak telaten, ya menurut saya tetap kurang. Nanti, kalau sudah hasilnya keluar, maka jangan salahkan orang lain jika kamu gagal, dan mendapatkan hasil yang tidak memuaskan. Karena, penyesalan itu selalu datang terakhir!

Kejar, dan raihlah mimpimu setinggi mungkin! :)

Salam sukses.