Hola, kali ini, aku akan bahas tentang 'lintas jurusan'. Mungkin ada beberapa tulisan yang akan menyinggung beberapa pihak, jadi, sebelumnya, aku mohon maaf, jika ada beberapa kata yang menyinggung di sini.
Oke! Let's start!
Kalau kalian sudah baca beberapa isi blog ku, mungkin kalian tahu sedikit tentang diriku. Jadi, tahun ini aku baru saja masuk kuliah, dan akan merasakan kehidupan mahasiswa. Sebelumnya, aku sudah menamatkan Sekolah Menengah Atas di SMA Negeri 2 Palangka Raya. Anyway, tahu kan di mana Palangka Raya? Jangan bilang pada asing dengan kota ini? Kalau pada belum tahu, silakan untuk surfing sendiri di mbah google ya!
Okai, selama SMA, aku mengambil jurusan IPA. Jadi, selama tiga tahun, aku bertemu dengan biologi, fisika, dan kimia. Beberapa postingan aku tentang tugas sekolah yang menyangkut itu ada semua di blog! Sekalian promosi deh, atau bisa buka di sini. (Itu juga salah satu web yang aku khususkan untuk segala materi tugas yang pernah ku kerjakan. Feel free to share ya. Nggak salah untuk berbagi ilmu, asal ilmu yang didapat digunakan dengan bijaksana! ^^
Kembali ke topik, selama tiga tahun berjuang untuk belajar IPA, belajar menghitung berapa kecepatan debu, roda, dll. Memahami segala senyawa kimia, alkana, alkena, alkuna, benzena dll. Terpaksa untuk paham? Iya banget. Tapi, semua itu harus dijalanin. Itu suatu pilihan. Ketika kamu sudah memilih untuk bertahan di IPA, ya, artinya, kamu harus menjalani itu. Nggak boleh lepas tanggung jawab.
Walaupun terpaksa, ketika aku memilih IPA, awalnya aku memang berniat di IPA. Dan, syukurnya, orangtua mengizinkan. Orangtua juga berpikir bahwa kalau aku ngambil IPA, kedepannya juga enak. Karena IPA bisa tembus ke semuanya. Pemikiran jaman dulu. Tapi faktanya, tidak seperti itu juga. Kenapa? Akan aku jawab ditulisan ku dibawah ya!
3 tahun yang lalu, aku benar-benar tidak tau, tujuanku kemana.
Bakatku apa, minatku apa, yang aku tahu hanya 'aku akan jadi anak SMA, bukan putih-biru lagi. Tapi sudah jadi putih abu-abu'. Nggak pernah sekalipun berpikir ke depannya mau ambil apa dan ke mana.
Itulah salahnya.
Makanya, untuk kamu atau adek kamu yang baru saja masuk SMA, tolong banget untuk memikirkan ke depannya bagaimana. Rencanakan sebaik mungkin. Karena, itu semua butuh proses. Proses untuk berkembang dan mengerti. Daripada menyesal ke depannya.
- Masuk IPA karena gengsi? Tolong banget, pemikiran seperti itu harus di ubah. Jujur aja, dulu, aku berpikir bahwa IPS anaknya nakal-nakal, bolos terus, dan lain-lain. Tapi faktanya, teman-temanku yang IPA, juga gitu. Secara kasarnya adalah, mau IPA atau IPS sama aja. Pasti ada yang nakal dan yang rajin. Itu semua tergantung gimana kamu membawa diri dan bergaul dengan siapa.
Itu adalah poin pertama, yang bikin aku salah kaprah dengan jurusan IPS.
- Masuk IPA karena katanya anak IPA itu pintar-pintar? Hell yeah, ini juga alasan kenapa aku memilih masuk IPA selama 3 tahun di SMA! Dan, please, sama saja guys! Pada dasarnya, manusia punya kemampuan berpikir, sama-sama pinter. Sama-sama cerdas. Itu semua tergantung kamu menggunakan kemampuan berpikir itu. Kamu pakai untuk bener belajar gak? Kalau kamu masuk IPA, tapi males belajar, sama aja kan? Malah, kalah dengan anak IPS yang bener-bener belajar.
Itu poin kedua, semoga 'maksud' aku di poin yang kedua, bisa dipahami dengan baik ya!