TEKNIK SAMPLING
Teknik
Sampling menurut Sugiono (2006) merupakan teknik pengambilan sampel untuk
menentukan sampel yang akan digunakan dalam penelitian. Terdapat 2 teknik
sampling yang digunakan, yaitu 1) probability sampling, dan 2) non probability
sampling.
1.
Probability
sampling adalah teknik pengambilan sampel yang memberikan peluang yang sama
bagi setiap unsur (anggota) populasi untuk dipilih menjadi anggota sampel.
Teknik ini terdiri atas:
a.
Simple
random sampling yaitu pengambilan anggota sampel dan populasi yang dilakukan
secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada di dalam populasi tersebut. Hal
ini dilakukan apabila populasi dianggap homogen.
b.
Proportionate
Stratified random sampling merupakan teknik yang digunakan apabila populasi
mempunyai anggota/unsur yang tidak homogen dan berstrata secara proporsional.
c.
Cluster
sampling atau sampling daerah digunakan untuk menentukan sampel apabila objek
yang akan diteliti atau sumber data sangat luas, misalnya penduduk dari suatu
negara, provinsi, atau kabupaten. Untuk menentukan penduduk mana yang akan
dijadikan sumber data, maka pengambilan sampelnya berdasarkan daerah populasi
yang telah ditetapkan. Teknik sampling daerah sering digunakan melalui dua
tahap, yaitu tahap pertama menentukan sampel daerah dan tahap berikutnya
menentukan orang-orang yang ada di daerah tersebut secara sampling juga.
2.
Nonprobability
Sampling merupakan teknik pengambilan sampel yang tidak memberi
peluang/kesempatan yang sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk
dipilih menjadi sampel.
a.
Sampling
sistematis à
teknik pengambilan sampel berdasarkan urutan dari anggota populasi yang telah
diberi nomor urut. Misalnya diambil nomor urut ganjil saja.
b.
Sampling
kouta à
teknik menentukan sampel dari populasi yang memiliki ciri-ciri tertentu sampai
jumlah kouta yang diinginkan.
c.
Sampling
insidental à
teknik penentuan sampel berdasarkan kebetulan, yaitu siapa saja yang secara
kebetulan/insidental bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai sampel,
jika orang tersebut cocok sebagai sumber data.
d.
Sampling
purposive à
teknik penentuan sampel dengan pertimbangan atau kriteria-kriteria tertentu.
e.
Sampling
jenuh à
teknik penentuan sampel apabila semua anggota populasi digunakan sebagai
sampel. Sering digunakan apabila jumlah populasi relatif kecil, kurang dari 30
orang atau penelitian yang ingin membuat generalisasi dengan kesalahan yang
sangat kecil.
f.
Snowball
sampling à
teknik penentuan sampel yang mula-mula jumlahnya kecil, kemudian membesar.
Ibarat bola salju yang menggelinding yang lama-lama menjadi besar. Dalam
penentuan sampel ini, pertama-tama dipilih satu atau dua orang, tetapi karena
dengan dua orang ini belum merasa lengkap terhadap data yang diberikan, maka
peneliti dapat melengkapi data yang diberikan oleh dua orang sebelumnya. Begitu
seterusnya, sehingga jumlah sampel semakin banyak.
No comments:
Post a Comment