Wednesday, September 14, 2022

Teknik Sampling Penelitian

 TEKNIK SAMPLING

            Teknik Sampling menurut Sugiono (2006) merupakan teknik pengambilan sampel untuk menentukan sampel yang akan digunakan dalam penelitian. Terdapat 2 teknik sampling yang digunakan, yaitu 1) probability sampling, dan 2) non probability sampling.

1.    Probability sampling adalah teknik pengambilan sampel yang memberikan peluang yang sama bagi setiap unsur (anggota) populasi untuk dipilih menjadi anggota sampel. Teknik ini terdiri atas:

a.    Simple random sampling yaitu pengambilan anggota sampel dan populasi yang dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada di dalam populasi tersebut. Hal ini dilakukan apabila populasi dianggap homogen.

b.    Proportionate Stratified random sampling merupakan teknik yang digunakan apabila populasi mempunyai anggota/unsur yang tidak homogen dan berstrata secara proporsional.

c.    Cluster sampling atau sampling daerah digunakan untuk menentukan sampel apabila objek yang akan diteliti atau sumber data sangat luas, misalnya penduduk dari suatu negara, provinsi, atau kabupaten. Untuk menentukan penduduk mana yang akan dijadikan sumber data, maka pengambilan sampelnya berdasarkan daerah populasi yang telah ditetapkan. Teknik sampling daerah sering digunakan melalui dua tahap, yaitu tahap pertama menentukan sampel daerah dan tahap berikutnya menentukan orang-orang yang ada di daerah tersebut secara sampling juga.

2.    Nonprobability Sampling merupakan teknik pengambilan sampel yang tidak memberi peluang/kesempatan yang sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel.

a.    Sampling sistematis à teknik pengambilan sampel berdasarkan urutan dari anggota populasi yang telah diberi nomor urut. Misalnya diambil nomor urut ganjil saja.

b.    Sampling kouta à teknik menentukan sampel dari populasi yang memiliki ciri-ciri tertentu sampai jumlah kouta yang diinginkan.

c.    Sampling insidental à teknik penentuan sampel berdasarkan kebetulan, yaitu siapa saja yang secara kebetulan/insidental bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai sampel, jika orang tersebut cocok sebagai sumber data.

d.    Sampling purposive à teknik penentuan sampel dengan pertimbangan atau kriteria-kriteria tertentu.

e.    Sampling jenuh à teknik penentuan sampel apabila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel. Sering digunakan apabila jumlah populasi relatif kecil, kurang dari 30 orang atau penelitian yang ingin membuat generalisasi dengan kesalahan yang sangat kecil.

f.     Snowball sampling à teknik penentuan sampel yang mula-mula jumlahnya kecil, kemudian membesar. Ibarat bola salju yang menggelinding yang lama-lama menjadi besar. Dalam penentuan sampel ini, pertama-tama dipilih satu atau dua orang, tetapi karena dengan dua orang ini belum merasa lengkap terhadap data yang diberikan, maka peneliti dapat melengkapi data yang diberikan oleh dua orang sebelumnya. Begitu seterusnya, sehingga jumlah sampel semakin banyak.

No comments:

Post a Comment