Tuesday, September 13, 2022

PERAN STATISTIK DALAM PENELITIAN

 

PERAN STATISTIK DALAM PENELITIAN

            Peran statistik dalam penelitian adalah sebagai alat analisis, dan alat untuk menguji validitas dan realibilitas instrumen (apabila peneliti menggunakan teknik angket atau kuesioner dalam melakukan pengambilan data), sebagai alat untuk menyajikan gambar, tabel ataupun grafik serta sebagai alat untuk menghitung besarnya anggota sampel dalam teknik sampling.

 

A. Data dalam Penelitian

            Data dalam penelitian merupakan sekumpulan informasi yang diperoleh dari lapangan dan digunakan untuk bahan penelitian. Data dalam statistik dibagi menjadi 2 yaitu, data kualitatif dan data kuantitatif.

1.    Data kualitatif adalah data hasil kategori (pemberian kode) untuk isi data yang berupa kata atau dapat didefinisikan sebagai data bukan angka tetapi diangkakan. Misalnya seperti jenis kelamin, status, dsb. Data kualitatif tidak dapat dilakukan operasi matematika, misalnya penjumlahan, pengurangan, perkalian, atau pembagian. Biasanya diambil dari penyebaran kuesioner pada responden sehingga harus dilakukan pengujian reliabilitas dan validitas. Data kualitatif dibagi menjadi 2 yaitu:

a.    Data Nominal à data yang paling rendah dalam level pengukuran data, yaitu data dalam bentuk kategori tetapi tidak ada tingkatannya. Misalnya jenis kelamin ada 2 yaitu wanita dan pria, maka dikategorikan dalam bentuk angka misalnya 1 adalah wanita dan 2 adalah pria. Dalam hal ini semua data kategori dianggap setara.

b.    Data Ordinal à data yang memiliki level lebih tinggi dari data nominal. Apabila dalam data nominal semua data kategori dianggap setara, maka pada data ordinal ada tingkatannya. Misalnya tanggapan responden jika 1 adalah sangat tidak setuju, 2 adalah tidak setuju, 3 adalah netral, 4 adalah setuju, dan 5 adalah sangat setuju.

2.    Data kuantitatif adalah data berupa angka dalam arti sebenarnya, dan berbagai operasi matematika dapat dilakukan pada data kuantitatif. Data kuantitatif dapat dibagi menjadi 2, yaitu data interval dan data rasio.

a.    Data interval à memiliki tingkat lebih tinggi dari data ordinal. Dapat bertingkat urutannya, serta dapat diukur atau dikuantitatifkan. Misalnya IPK mahasiswa. Dalam data interval tersebut tidak mengenal nilai nol yang absolut. Ataupun suhu, 0 derajat celcius tidak mengartikan bahwa tidak ada suhunya.

b.    Data rasio à memiliki tingkat pengukuran paling tinggi dari antara jenis data lainnya. Data rasio adalah data bersifat angka dalam arti sesungguhnya (bukan kategori) dan dapat dioperasikan dalam matematika. Perbedaan dengan data interval adalah bahwa data rasio memiliki titik nol dalam arti yang sesungguhnya. Misalnya penjualan baju di toko pakaian sejumlah 3.000 potong terjual. Jika penjualan 0 berarti mengartikan bahwa tidak ada satupun baju yang terjual.

 

B. Macam-macam Statistik untuk Alat Analisis

            Pengujian statistik untuk alat analisis yang digunakan dalam penelitian dibagi menjadi:

1.    Statistik Deskriptif à berguna untuk menggambarkan berbagai karakteristik data yang berasal dari suatu sampel. Statistik deskriptif misalnya rata-rata (mean), median, modus, presentil, desil, kuartil, varians, dan standar deviasi (simpangan baku).

2.    Statistik Inferensial/Induktif à berguna untuk membuat berbagai inferensi terhadap sekumpulan data yang berasal dari suatu sampel. Tindakan inferensi tersebut seperti melakukan prakiraan, peramalan, pengambilan keputusan dadri dua variabel atau lebih. Statistik inferensial dapat dikelompokkan menjadi 2 yaitu: Statistik parametrik dan statistik non parametrik.

 

2.1. Statistik Parametrik dapat digunakan dengan syarat data yang digunakan berdistribusi normal. Sehingga sebelum menentukan pengujian yang akan dipakai maka dilakukan pengujian normalitas terlebih dahulu. Pengujian yang digunakan dalam statistik parametrik adalah:

a.    Uji perbedaan à diuji apakah sebuah sampel mempunyai perbedaan nyata dengan sampel yang lain. Misalnya menggunakan uji independent sample t test, paired sample t test, one sample t test. Misalnya: Analisis Perbedaan Detak Jantung sebelum dan sesudah merokok studi kasus di PT A.

b.    Uji Hubungan à diuji apakah dua variabel yang ada memiliki hubungan atau kolerasi. Menggunakan kolerasi pearson (data kuantitatif). Contoh: Analisis hubungan berat badan ibu hamil dengan berat badan bayi yang dilahirkan.

c.    Analisis pengaruh à diuji apakah dua variabel atau lebih memiliki pengaruh. Uji yang digunakan adalah regresi, dan regresi ada 2 yaitu:

                                          i.    Regresi sederhana terdiri atas satu variabel dependen dan satu variabel independen. Contoh: pengaruh motivasi kerja terhadap prestasi karyawan.

                                         ii.    Regresi linear berganda terdiri atas satu variabel dependen dan dua atau lebih variabel independen. Contoh: Pengaruh motivasi kerja, kepuasan kerja terhadap prestasi karyawan.

 

2.2. Statistik Non Parametrik digunakan dalam kondisi penelitian tertentu yaitu data pada sampel yang tidak berdistribusi normal, atau jumlah sampel yang kecil (< 30 sampel). Contoh pengujiannya adalah Uji Sign, Uji Mann Whitney, Uji Friedman, Uji Kruskal Wallis

No comments:

Post a Comment