Manusia berdasarkan dalam Alkitab
Manusia merupakan makhluk yang hidup dibumi yang
diciptakan Tuhan. Manusia merupakan makhluk yang mulia, dan manusia diciptakan
dengan kecerdasan, hikmat, dan pikiran. Manusia bersifat dinamis. Tuhan
menciptakan manusia pada hari ke-6 karena Tuhan membuat tempat untuk manusia
berpijak dan hidup di dalamnya.
Manusia perlu berevolusi, makusd dari evolusi adalah
perubahan hidup manusia dari yang tidak tahu menjadi tahu, dan dari yang miskin
menjadi kaya. Orang yang berhasil mempunyai kerangka berpikir yang berevolusi.
Teori evolusi dimulai dari diri sendiri. Agama Kristen mengajarkan
kerendahatian. Sejarah merupakan bukti/catatan pada zaman dahulu.
1)
Manusia Sebagai
Ciptaan-Nya artinya Allah menciptakan manusia dari yang tidak ada menjadi ada.
Manusia diciptakan pada hari ke-6, di mana pada saat itu Allah telah
menyediakan tempat untuk ciptaan-Nya yang paling mulia itu untuk hidup dan
tinggal. Manusia diciptakan Allah sebagai makhluk yang paling mulia, makluk
yang memiliki kecerdasan, pikiran, hikmat, akal dan budi yang membedakan
manusia dengan ciptaan Allah yang lain.
2)
Manusia Sebagai
Gambar dan Rupa Allah, artinya Allah menciptakan manusia sebagai gambar dan
rupa daripada-Nya. Dalam Kejadian 1:27, disebutkan bahwa Allah menciptakan
manusia menurut gambar-Nya, yaitu laki-laki dan perempuan. Dalam hal ini
manusia berperan untuk beranak-cuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan
taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di
udara, dan atas segala binatang yang merayap di bumi. Namun dalam hal ini,
beranak-cuculah dengan menghasilkan keturunan yang berkualitas, bukan hanya
sembarangan untuk membuat anak. Jangan menghasilkan keturunan yang
meminta-minta, tetapi memiliki keturunan yang berkualitas. Menguasai bumi dan
mentaklukan bumi artinya kita diminta untuk menggunakan segala yang disediakan
Allah dengan bertanggungjawab, artinya kita harus bisa juga menjaga lingkungan
dan alam yang telah Allah sediakan. Bukan untuk hanya mengeksploitasi alam dan
merusaknya.
3)
Manusia sebagai
makhluk sosial, artinya manusia tidak dapat hidup sendiri, dan selalu dalam
keterhubungan dengan orang lain dan berorientasi kepada sesama. Dalam Kejadian
2:18, dikatakan bahwa manusia tidak baik kalau hidup seorang diri saja, oleh
karena itu Allah menciptakan penolong yang sepadan. Artinya, Allah menghendaki
manusia hidup dengan sesamanya, dalam arti tidak hanya terbatas pada jenis
kelamin manusia yang lain.
4)
Manusia sebagai
makhluk rasional. Sebagai manusia yang diberi mandat oleh Allah sebagai wakil
Allah dalam memerintah dan memelihara alam semesta, kita sebagai manusia yang
diciptakan Allah sebagai makhluk yang paling mulia, dan memiliki akal budi
untuk berpikir secara rasional (dalam arti kita harus bisa menentukan mana
perbuatan yang baik dan buruk). Misalnya, dalam Agama Kristen ada Hukum Kasih
yang kita sebut sebagai hukum utama. Dalam hukum itu, Tuhan meminta kita untuk
mengasihi Allah dengan segenap hati, dan dengan segenap jiwa, dan segenap akal
budi. Itulah hukum yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu,
ialah: kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.
5)
Manusia sebagai
makhluk etis menuntut untuk dapat menentukan perbuatan yang baik dan buruk atau
benar dan salah, bertanggungjawab atau tidak bertanggungjawab. Allah selalu
memberikan banyak pilihan terhadap kita, manusia. Manusia diberikan pilihan
untuk memilih di antara banyak pilihan tersebut. Dan pilihan yang telah dipilih
tersebut harus dipertanggungjawabkan .
6)
Manusia sebagai
makhluk yang berevolusi, artinya, manusia diberikan Allah akal dan budi untuk
berpikir, diberikan Allah untuk bebas dalam memilih. Hikmat dan kesempatan yang
diberikan oleh Allah ini harus dipergunakan dengan bijaksana dan
bertanggungjawab. Akal dan budi yang diberikan Tuhan harus membuat manusia
berevolusi, dalam artian berubah menjadi pribadi yang lebih baik lagi, bukan
malah untuk menjadi lebih buruk. Manusia mengalami evolusi dalam hidupnya jika
terjadi perubahan yang lebih baik dalam kehidupan manusia (dari yang tidak ada
menjadi ada, dari yang tidak tahu menjadi tahu, dari miskin menjadi kaya, dsb).
Hal ini terlihat sangat jelas dalam perkembangan IPTEK yang ada di dunia.
No comments:
Post a Comment