Thursday, September 30, 2021

Makna Manusia dalam Alkitab

Manusia berdasarkan dalam Alkitab

Manusia merupakan makhluk yang hidup dibumi yang diciptakan Tuhan. Manusia merupakan makhluk yang mulia, dan manusia diciptakan dengan kecerdasan, hikmat, dan pikiran. Manusia bersifat dinamis. Tuhan menciptakan manusia pada hari ke-6 karena Tuhan membuat tempat untuk manusia berpijak dan hidup di dalamnya.

Manusia perlu berevolusi, makusd dari evolusi adalah perubahan hidup manusia dari yang tidak tahu menjadi tahu, dan dari yang miskin menjadi kaya. Orang yang berhasil mempunyai kerangka berpikir yang berevolusi. Teori evolusi dimulai dari diri sendiri. Agama Kristen mengajarkan kerendahatian. Sejarah merupakan bukti/catatan pada zaman dahulu.

1)      Manusia Sebagai Ciptaan-Nya artinya Allah menciptakan manusia dari yang tidak ada menjadi ada. Manusia diciptakan pada hari ke-6, di mana pada saat itu Allah telah menyediakan tempat untuk ciptaan-Nya yang paling mulia itu untuk hidup dan tinggal. Manusia diciptakan Allah sebagai makhluk yang paling mulia, makluk yang memiliki kecerdasan, pikiran, hikmat, akal dan budi yang membedakan manusia dengan ciptaan Allah yang lain.

2)      Manusia Sebagai Gambar dan Rupa Allah, artinya Allah menciptakan manusia sebagai gambar dan rupa daripada-Nya. Dalam Kejadian 1:27, disebutkan bahwa Allah menciptakan manusia menurut gambar-Nya, yaitu laki-laki dan perempuan. Dalam hal ini manusia berperan untuk beranak-cuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara, dan atas segala binatang yang merayap di bumi. Namun dalam hal ini, beranak-cuculah dengan menghasilkan keturunan yang berkualitas, bukan hanya sembarangan untuk membuat anak. Jangan menghasilkan keturunan yang meminta-minta, tetapi memiliki keturunan yang berkualitas. Menguasai bumi dan mentaklukan bumi artinya kita diminta untuk menggunakan segala yang disediakan Allah dengan bertanggungjawab, artinya kita harus bisa juga menjaga lingkungan dan alam yang telah Allah sediakan. Bukan untuk hanya mengeksploitasi alam dan merusaknya.

3)      Manusia sebagai makhluk sosial, artinya manusia tidak dapat hidup sendiri, dan selalu dalam keterhubungan dengan orang lain dan berorientasi kepada sesama. Dalam Kejadian 2:18, dikatakan bahwa manusia tidak baik kalau hidup seorang diri saja, oleh karena itu Allah menciptakan penolong yang sepadan. Artinya, Allah menghendaki manusia hidup dengan sesamanya, dalam arti tidak hanya terbatas pada jenis kelamin manusia yang lain.

4)      Manusia sebagai makhluk rasional. Sebagai manusia yang diberi mandat oleh Allah sebagai wakil Allah dalam memerintah dan memelihara alam semesta, kita sebagai manusia yang diciptakan Allah sebagai makhluk yang paling mulia, dan memiliki akal budi untuk berpikir secara rasional (dalam arti kita harus bisa menentukan mana perbuatan yang baik dan buruk). Misalnya, dalam Agama Kristen ada Hukum Kasih yang kita sebut sebagai hukum utama. Dalam hukum itu, Tuhan meminta kita untuk mengasihi Allah dengan segenap hati, dan dengan segenap jiwa, dan segenap akal budi. Itulah hukum yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.

5)      Manusia sebagai makhluk etis menuntut untuk dapat menentukan perbuatan yang baik dan buruk atau benar dan salah, bertanggungjawab atau tidak bertanggungjawab. Allah selalu memberikan banyak pilihan terhadap kita, manusia. Manusia diberikan pilihan untuk memilih di antara banyak pilihan tersebut. Dan pilihan yang telah dipilih tersebut harus dipertanggungjawabkan .

6)      Manusia sebagai makhluk yang berevolusi, artinya, manusia diberikan Allah akal dan budi untuk berpikir, diberikan Allah untuk bebas dalam memilih. Hikmat dan kesempatan yang diberikan oleh Allah ini harus dipergunakan dengan bijaksana dan bertanggungjawab. Akal dan budi yang diberikan Tuhan harus membuat manusia berevolusi, dalam artian berubah menjadi pribadi yang lebih baik lagi, bukan malah untuk menjadi lebih buruk. Manusia mengalami evolusi dalam hidupnya jika terjadi perubahan yang lebih baik dalam kehidupan manusia (dari yang tidak ada menjadi ada, dari yang tidak tahu menjadi tahu, dari miskin menjadi kaya, dsb). Hal ini terlihat sangat jelas dalam perkembangan IPTEK yang ada di dunia.

No comments:

Post a Comment