Thursday, September 30, 2021

Pengertian LGBT dan Faktor yang Memengaruhi

LGBT merupakan singkatan dari Lesbian, Gay, Bisexual, dan Transgender. LGBT merupakan suatu masalah kejiwaan yang merupakan istilah yang digunakan untuk orang yang cara berperilaku dan berpenampilan berbeda atau tidak esuai dengan jenis kelaminnya. Berikut ini merupakan faktor-faktor terjadinya LGBT.

1)      Faktor Keluarga. Keluarga merupakan tempat atau sarana untuk tumbuh dan berkembang seorang anak. Didikan yang diberikan orangtua kepada anaknya memiliki peranan penting bagi para anak untuk dapat hidup yang normal layaknya orang lain. Ketika anak diperlakukan tidak baik atau kasar oleh keluarganya, maka akan berdampak pada kurangnya perhatian dan kasih sayang daripada keluarga. Sehingga akan mengakibatkan adanya kerenggangan hubungan antar keluarga, karena terdapat rasa benci terhadap keluarganya. Keluarga, khususnya orangtua dapat menjadi suatu teladan bagi anak-anaknya. Maka, ketika anak dihadapi suatu kekerasan di dalam keluarga, maka hal ini akan mencetak anak menjadi orang yang suka akan kekerasan juga, akibat adanya sikap benci dan tidak suka. Ketika hal tersebut terjadi, hal tersebut akan dapat menjerumuskan kehidupan si anak ke dalam kehidupan yang tidak benar, salah satunya adalah kehidupan yang menginginkan kebebasan, jatuhnya adalah ke dalam pergaulan bebas, sehingga dapat memungkinkan terjadinya LGBT.

2)      Faktor Lingkungan dan Pergaulan. Lingkungan dan pergaulan memiliki hubungan timbal-balik. Apabila pergaulan buruk, akan menyebabkan perilaku yang baik dapat menjadi buruk. Oleh karena itu, kita sebagai manusia yang memiliki akal dan budi, sebagai manusia etis dan memiliki etika Kristen yang baik, maka kita harus bisa menentukan pilihan yang sesuai dengan ajaran Tuhan.

3)      Faktor Genetik, terdapat pada kelainan alam Kromosom pria, yaitu XXY, akibatnya lelaki tersebut berperilaku seperti perempuan. Keberadaan hormone testosterone yang rendah dalam tubuh manusia dapat mengakibatkan perilaku laki-laki menjadi miirip dengan perilaku perempuan.

4)      Faktor Ekonomi, adanya tuntutan ekonomi dan gaya hidup yang buruk, ditambah pula etika, moral dan akhlak yang buruk (adanya hubungan yang buruk dengan Tuhan) menyebabkan terjerumus dalam gaya hidup yang buruk, juga ditambah dengan tuntutan ekonomi tanpa skill yang memadai, maka akan menyebabkan manusia memungkinkan dapat terjadinya LGBT.

5)      Faktor Akhlak dan Moral, adanya bentuk kebobrokan moral dan hubungan yang buruk dengan Tuhan menyebabkan kehidupan imannya sudah tidak baik. Hal ini akan mudah membuat manusia menjadi terombang-ambing, sehingga dapat menjerumuskan manusia ke dalam dunia LGBT.

6)      Faktor Teknologi, manusia yang selalu berevolusi menyebabkan terjadinya banyak perkembangan tekonologi. Pemanfaatan teknologi yang tidak bijaksana dan bertanggungjawab akan menyebabkan penyalahgunaan teknologi. Teknologi yang seharusnya dapat berfungsi untuk memudahkan pekerjaan manusia, malah dapat menyulitkan manusia, jika tidak digunakan dengan bijaksana. Dalam hal ini, tersebar dan mudahnya orang mengakses internet, dapat disalahgunakan sebagai tempat ‘jual diri’, ‘nonton film porno’, dan sebagainya. Oleh karena itu, kita sebagai manusia yang kritis, bijaksana, dan bertanggungjawab, harus bisa menyaring mana yang baik dan mana yang buruk, mana yang sesuai dengan norma yang berlaku, dan mana yang tidak sesuai dengan norma yang berlaku.

7)      Faktor Pendidikan, kurangnya pendidikan mengenai keagamaan, dan masalah seksual terhadap anak, membuat anak dapat mudah dibohongi.

Ayat yang menentang LGBT: (1) Kejadian 1:27-28 yang menyatakan bahwa Allah menciptakan manusia yaitu laki-laki dan perempuan. Hal ini berarti sesuai dengan rancangan Tuhan, pasangan yang sepadan bagi seorang laki-laki adalah perempuan, dan sebaliknya.

(2) Imamat 18:22, yang menyatakan bahwa Tuhan menentang laki-laki untuk tidur dengan laki-laki. (3) Imamat 20:13, menyatakan bahwa adanya hukuman mati bagi para homoseksual.

(4) Kejadian 19:4-5, (5) Roma 1:26-27, (6) Yudas 1:7, (7) Hakim-hakim 19:14-29, (8) Ulangan 23:17.

No comments:

Post a Comment