Tritunggal
Secara etimologis, tritunggal berasal dari bahasa
latin yang berarti ‘tiga serangkai’. Tritunggal merupakan suatu konteks,
situasi, kondisi, tanggung jawab, dan cara menempatkan diri dengan tiga
kepribadian tetapi 1 manusia. Allah menyatakan peran, tanggungjawab, diri, dan
pribadinya dengan tiga cara sesuai dengan konteks, situasi, kondisi, dan
tangugng jawabnya masing-masing. Dari perjanjian lama, perjanjian baru, dan
zaman roh kudus.
Kata tritunggal memang tidak ada di Alkitab, tetapi
kata tersebut merupakan suatu pengakuan dari manusia mengenai eksistensinya.
Karena adanya kebiasaan dan pengakuan dari umat masyarakat mula-mula.
Tritunggal terdiri dari bapa, anak, dan roh kudus.
Sebagai bapa yaitu pencipta, pembuat dari yang tidak
ada menjadi ada.
Sebagai Bapa yang pencipta (Kejadian 1&2)
Hari 1 : Memisahkan terang dan gelap. Terang
menggambarkan hal yang dinamis, yang baik, yang aktif, dan positif. Karena apa
yang dilakukan oleh Tuhan adalah baik.
Hari 2 : Memisahkan air dengan air menjadi cakrawala
yang dinamakan langit.
Hari 3 : Menciptakan langit dan bumi, memisahkan
laut dan darat, dan tumbuh-tumbuhan.
Hari 4 : Memisahkan siang dari malam. Menciptakan
benda-benda penerang pada malam hari dan siang hari.
Hari 5 : Menciptakan binatang-binatang.
Hari 6 : Menciptakan manusia sebagai gambaran dari
Allah, yaitu perempuan dan laki-laki sesuai gambar dan rupa Allah.
Kepercayaan Allah kepada manusia adalah: (1)
Beranak-cuculah, berketurunan. Namun harus memiliki keturunan yang berkualitas,
bukan hanya sembarangan untuk membuat anak. (2) menguasai bumi dengan menjaga
lingkungan. Berkuasa atas ikan-ikan dilaut, ternak dan atas segala binatang
melata yang merayap di bumi. Bukan dengan merusak alam.
Sebagai anak yaitu penyelamat, yang menggenapi
dosa-dosa manusia melalui Yesus Kristus. Hal ini merupakan suatu hubungan yang
paling intim, hubungan yang paling dekat, hubungan yang paling mesra antara
Bapa dan Anak.
Sebagai roh kudus, yaitu sebagi pembaharuan,
pemelihara, dan penolong keselamatan orang yang percaya. Tugas roh kudus adalah
menghakimi orang mati dan hidup, dan hidup di dalam gereja yang benar (am) dan
kudus.
Persekutuan orang kudus merupakan pergaulan dengan
orang-orang yang benar. Pentakosta adalah 50 hari setelah kebangkitan Yesus
Kristus. Yesus berkata kepada murid-muridnya bahwa Tuhan akan menampakkan
dirinya di tengah-tengah orang percaya dalam bentuk roh kudus melalui
lidah-lidah api dan orang-orang dapat berbahasa roh. Bahasa roh adalah karunia
dari Tuhan yang berasal dari Tuhan yang merupakan bahasa yang membangun, bahasa
pertumbuhan, bahasa yang memberi manfaat, dan mempunyai dampak.
Roh kudus perlu diminta, perlu diperjuangkan, perlu
dipertahankan. Roh kudus bersifat menyelamatkan bukan menyesatkan. Sehingga
kehidupan manusia yang dipenuhi roh kudus dapat berkehidupan yang kekal. Allah
selalu memberikan pilihan, kita sebagai manusia selalu diberikan kebebasan
untuk memilih yang mana yang benar dan salah. Suara Tuhan berbicara kebenaran.
No comments:
Post a Comment