Thursday, September 30, 2021

Makna Tritunggal

Tritunggal

Secara etimologis, tritunggal berasal dari bahasa latin yang berarti ‘tiga serangkai’. Tritunggal merupakan suatu konteks, situasi, kondisi, tanggung jawab, dan cara menempatkan diri dengan tiga kepribadian tetapi 1 manusia. Allah menyatakan peran, tanggungjawab, diri, dan pribadinya dengan tiga cara sesuai dengan konteks, situasi, kondisi, dan tangugng jawabnya masing-masing. Dari perjanjian lama, perjanjian baru, dan zaman roh kudus.

Kata tritunggal memang tidak ada di Alkitab, tetapi kata tersebut merupakan suatu pengakuan dari manusia mengenai eksistensinya. Karena adanya kebiasaan dan pengakuan dari umat masyarakat mula-mula.

Tritunggal terdiri dari bapa, anak, dan roh kudus.

Sebagai bapa yaitu pencipta, pembuat dari yang tidak ada menjadi ada.

Sebagai Bapa yang pencipta (Kejadian 1&2)

Hari 1 : Memisahkan terang dan gelap. Terang menggambarkan hal yang dinamis, yang baik, yang aktif, dan positif. Karena apa yang dilakukan oleh Tuhan adalah baik.

Hari 2 : Memisahkan air dengan air menjadi cakrawala yang dinamakan langit.

Hari 3 : Menciptakan langit dan bumi, memisahkan laut dan darat, dan tumbuh-tumbuhan.

Hari 4 : Memisahkan siang dari malam. Menciptakan benda-benda penerang pada malam hari dan siang hari.

Hari 5 : Menciptakan binatang-binatang.

Hari 6 : Menciptakan manusia sebagai gambaran dari Allah, yaitu perempuan dan laki-laki sesuai gambar dan rupa Allah.

Kepercayaan Allah kepada manusia adalah: (1) Beranak-cuculah, berketurunan. Namun harus memiliki keturunan yang berkualitas, bukan hanya sembarangan untuk membuat anak. (2) menguasai bumi dengan menjaga lingkungan. Berkuasa atas ikan-ikan dilaut, ternak dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi. Bukan dengan merusak alam.

Sebagai anak yaitu penyelamat, yang menggenapi dosa-dosa manusia melalui Yesus Kristus. Hal ini merupakan suatu hubungan yang paling intim, hubungan yang paling dekat, hubungan yang paling mesra antara Bapa dan Anak.

Sebagai roh kudus, yaitu sebagi pembaharuan, pemelihara, dan penolong keselamatan orang yang percaya. Tugas roh kudus adalah menghakimi orang mati dan hidup, dan hidup di dalam gereja yang benar (am) dan kudus.

Persekutuan orang kudus merupakan pergaulan dengan orang-orang yang benar. Pentakosta adalah 50 hari setelah kebangkitan Yesus Kristus. Yesus berkata kepada murid-muridnya bahwa Tuhan akan menampakkan dirinya di tengah-tengah orang percaya dalam bentuk roh kudus melalui lidah-lidah api dan orang-orang dapat berbahasa roh. Bahasa roh adalah karunia dari Tuhan yang berasal dari Tuhan yang merupakan bahasa yang membangun, bahasa pertumbuhan, bahasa yang memberi manfaat, dan mempunyai dampak.

Roh kudus perlu diminta, perlu diperjuangkan, perlu dipertahankan. Roh kudus bersifat menyelamatkan bukan menyesatkan. Sehingga kehidupan manusia yang dipenuhi roh kudus dapat berkehidupan yang kekal. Allah selalu memberikan pilihan, kita sebagai manusia selalu diberikan kebebasan untuk memilih yang mana yang benar dan salah. Suara Tuhan berbicara kebenaran.

No comments:

Post a Comment